Masih Penasaran BLT Subsidi Upah Sampai Kapan? Ini Jawabannya

Rosmha Widiyani - detikFinance
Sabtu, 06 Feb 2021 19:30 WIB
Pemerintah melalui Kemensos mulai menyalurkan bantuan sosial tunai (BST), Sabtu (9/1/2021). Warga yang menerima bansos di antaranya tinggal Rusun Koja, Jakarta Utara.
Foto: Pradita Utama/Masih Tanya BLT Subsidi Upah Sampai Kapan? Ini Jawabannya
Jakarta -

Pertanyaan BLT subsidi upah sampai kapan masih muncul, meski pemerintah telah menyatakan program ini dihentikan. Menteri Tenaga Kerja Ida Fauziyah menyatakan tidak ada kelanjutan program BLT Subsidi Upah di tahun 2021.

"Jika kita lihat pada anggaran PEN 2021, memang tidak nampak kelanjutan dari di tahun ini. Kemnaker belum mendapat penugasan kembali menyalurkan BSU," kata Ida kepada detikcom pada Selasa (2/2/2021).

Program Bantuan Langsung Tunai atau BLT subsidi upah kadang disebut BLT BPJS Ketenagakerjaan. Para penerima Bantuan Subsidi Upah (BSU) adalah anggota BPJS Ketenagakerjaan yang rutin membayar iuran.

BLT subsidi upah yang berakhir pada Desember 2020 bertujuan membantu pekerja menghadapi pandemi COVID-19. Bantuan diberikan pada 12,4 juta pekerja dengan nilai sekitar Rp 2,4 juta per orang.

Sebagai gantinya, pemerintah melanjutkan program Kartu Prakerja. Program ini diharapkan bisa meningkatkan daya saing angkatan kerja, maupun pekerja yang terdampak COVID-19 lewat berbagai magang dan pelatihan.

"Kemnaker ikut berpartisipasi dalam kartu prakerja dan program padat karya yang memang rutin dilakukan. Tujuan pelatihan tidak hanya masuk pasar kerka, tapi juga mengembangkan usaha dan lapangan kerja baru," kata Ida.

Jika kabar BLT subsidi upah sampai kapan sudah jelas, bagaimana dengan Kartu Prakerja Gelombang 12?

Sampai saat ini belum ada kabar terkait dimulainya pendaftaran Kartu Prakerja gelombang 12. Head of Communications Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Louisa Tuhatu menyatakan, informasi terbaru tentang Kartu Prakerja gelombang 12 pasti akan diberitahukan.

Program Kartu Prakerja menjadi satu dari tujuh bansos yang dilanjutkan pemerintah pada 2021. Anggaran Kartu Prakerja mencapai Rp 20 triliun, setelah ditambah pemerintah sebesar Rp 10 triliun.

Peningkatan anggaran Kartu Prakerja dinyatakan Menteri Keuangan Sri Mulyani saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR, pada Rabu (27/1/2021). Menurutnya Presiden Joko Widodo telah memutuskan peningkatan anggaran Kartu Prakerja sebesar dua kali lipat dibanding pada 2020.

Saksikan juga video 'Ini Daftar Bansos yang Didapat di 2021':

[Gambas:Video 20detik]



(row/erd)