Ekspor Pisang ke Eropa dan AS Ribet!

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 18 Feb 2021 08:15 WIB
Bank Indonesia (BI) memprediksi neraca pembayaran Maret 2014 surplus pada kisaran US$ 500 juta. Surplus ini didorong peningkatan ekspor non migas, yang telah terjadi beberapa bulan terakhir.
Foto: Agung Pambudhy

Teten memastikan pihaknya akan menyiapkan kapasitas dan daya saing produk UKM seperti pendampingan berkelanjutan sampai mereka siap ekspor. Hal itu dilakukan untuk mencetak 500.000 eksportir baru sampai 2030.

"Kami sudah minta deputi kami menginventarisir produk-produk UKM yang potensial untuk ekspor, kita dampingi sampai memang mereka siap ekspor, jadi memang izin-izin ini harus kita permudah termasuk dukungan logistiknya," kata Teten.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mengatakan pihaknya akan membantu cetak 500.000 eksportir baru sampai 2030 dengan cara mencarikan pangsa pasar untuk ekspor. Dia menargetkan untuk membuat perencanaan dan akan diselesaikan pada Februari ini.

"Jadi Pak Teten ini di tempat Bapak pengusahanya. Programnya, software-nya, isinya ada di tempat saya, saya pokoknya kita Pak Dirjen bulan Februari ini selesai apa yang harus kita kerjakan, bongkar dulu semuanya agar update dengan market, apa yang bisa dikerjakan dan langsung dengan pengusaha," jelasnya.

Untuk mencapai target 500.000 eksportir baru di 2030, pihaknya juga akan menyasar kampus-kampus di Indonesia. Hal itu dilakukan untuk membuat anak muda lebih terdorong menjadi pengusaha dan melakukan ekspor.

"Kita mohon sekolah ini didukung, kita juga akan masuk ke kampus-kampus, mengajak anak-anak kita menjadi pemain luar karena kalau kuat di luar, dia di dalam lebih tahan banting," kata Ketua Umum Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) Benny Soetrisno dalam kesempatan yang sama.

Halaman

(aid/fdl)