UMKM RI Bisa Masuk Alibaba Cs, Begini Caranya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Kamis, 25 Feb 2021 18:10 WIB
Tuyul Online
Foto: Tuyul Online (Tim Infografis: Luthfy Syahban)
Jakarta -

Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diharapkan bisa menembus pasar global dan turut mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank mendorong agar semua pihak bersinergi agar proses pemulihan ekonomi terutama sektor UMKM berorientasi ekspor bisa bangkit lebih cepat.

Kepala Divisi Advisory Services Indonesia Eximbank Gerald Setiawan Grisanto mengungkapkan LPEI siap membantu UMKM agar dapat menembus pasar global sekaligus memfasilitasi agar produknya dapat dipromosikan di global marketplace seperti Alibaba.

LPEI memiliki peran yang lebih luas dibandingkan perbankan biasa karena mampu memberikan pembiayaan, penjaminan, juga jasa konsultasi yang dapat dilakukan secara beriringan. Peran tersebut diberikan kepada LPEI agar mampu mendorong pertumbuhan ekspor.

Gerald mengatakan untuk UMKM yang telah melakukan ekspor, memungkinkan mendapatkan pembiayaan komersial dari LPEI. Sementara bagi UMKM yang belum ekspor tapi sudah berorientasi ekspor, LPEI telah bersinergi dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag) dan Bea Cukai untuk membantu melalui berbagai program.

"Salah satunya adalah program CPNE (Coaching Program for New Exporters) sehingga diharapkan para UMKM dapat melakukan ekspor, mampu mengelola bisnis lebih baik, dan memperkuat relasi," kata Gerald dalam keterangannya, Kamis (25/2/2021).

Usaha yang disupport dalam rangka ekspor, seperti UMKM yang menjadi supplier kepada eksportir. Jika UMKM belum melakukan ekspor, maka dapat mengikuti program jasa konsultasi dengan biaya yang sangat ringan. Tahun ini UMKM di daerah Solo, Bali, Medan, akan mendapatkan pelatihan dari LPEI.

Salah satu pelaku UMKM kerajinan Sumiaji, yang mendapat pelatihan dari program CPNE LPEI, mengaku sangat terbantu karena kini dapat melakukan ekspor, mampu mengelola usaha dengan lebih disiplin, juga memperoleh relasi yang lebih luas sehingga produknya dapat menembus pasar global.

"Pada 2014, kami ikut CPNE LPEI selama hampir satu tahun. Pada April 2015 kami sudah mampu melakukan ekspor perdana sebanyak satu kontainer. Produk kami di ekspor ke Ukraina, Amerika, juga negara Eropa. Semasa pandemi, kami tetap mampu melakukan ekspor hingga dua kontainer per bulan. Bahkan mendapat kontrak satu tahun untuk ekspor ke Malaysia. Kami mendapat banyak manfaat dari program CPNE LPEI," ujar dia.

Menurut Sumiaji, di masa pandemi ini dia pun aktif bersinergi berkolaborasi dengan para UMKM berorientasi ekspor lainnya, untuk bersama-sama membuka pasar dan mencari solusi jika ada kendala. Misalnya, bersama berbagi beban dalam hal pengurusan biaya kontainer untuk ekspor produk. Ini perlu dilakukan agar dalam proses ekspor tidak terjadi delay yang lama.

Berdasarkan pengalamannya tersebut, Sumiaji mengajak para UMKM agar mulai disiplin mengelola keuangan, melakukan pencatatan, karena hal itu menjadi salah satu syarat agar mereka mendapatkan dukungan dari LPEI.

"Terimakasih kepada LPEI yang sudah membantu, kami jadi paham proses ekspor, kami juga akan berbagi pengetahuan terkait ilmu ekspor ke UMKM lain. Banyak manfaat ikut program CPNE LPEI seperti berkesempatan ikut pameran, mengelola bisnis lebih baik, mendapat relasi untuk memperkuat bisnis," jelas dia.

Simak Video "Jokowi: Pelatihan Teknologi Digital Untuk UMKM Harus Diperbanyak":

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Ekspor Gerabah Purwakarta Lesu Dihantam Pandemi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)