Bisa Nggak Vaksinasi COVID-19 Kelar 3,5 Tahun?

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 05 Mar 2021 17:27 WIB
Vaksinasi pedagang pasar di Bandung
Foto: Wisma Putra: Vaksinasi pedagang pasar di Bandung
Jakarta -

Menurut Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi proses vaksinasi COVID-19 tidak bisa diselesaikan dalam kurun waktu 3,5 tahun. Hal itu berkaitan dengan jumlah ketersediaan vaksin yang ada di dunia.

Lutfi mengatakan, jumlah vaksin yang tersedia di dunia ada sebanyak 6 miliar dosis dan penggunaannya tidak hanya untuk COVID-19 melainkan ada TBC hingga polio. Sementara vaksinasi COVID-19 dibutuhkan untuk 11 miliar jiwa, yaitu dua kali suntik kepada 5,5 miliar jiwa.

"Kalau hanya separuh untuk mencapai 11 miliar, kita tidak akan menyelesaikan 3,5 tahun," kata Lutfi dalam acara Rapat Kerja Nasional Hipmi 2021 secara virtual, Jumat (5/3/2021).

5,5 miliar jiwa, dijelaskan Lutfi merupakan sekitar 70% dari total penduduk dunia yang jumlahnya akan mencapai 7,7 miliar jiwa. Jumlah tersebut akan bertambah menjadi 9,4 miliar jiwa di tahun 2045.

Proses vaksinasi COVID-19 yang mencapai 70% merupakan target bagi seluruh negara untuk mencapai herd immunity alias kekebalan. Dengan keterbatasan itu, Lutfi menilai ini menjadi tantangan bagi Indonesia untuk mewujudkan target menjadi negara terbesar di usia 100 tahun atau 2045.

"Tantangannya adalah hari ini kita mesti memastikan untuk herd immunity, harus ada vaksinasi untuk 70% dari 7,7 miliar, 5,5 miliar harus divaksinasi," tutur Lutfi.

(hek/hns)