Bahlil Cerita Awal Mula Warga 'Desa Miliarder' Borong Mobil

Hendra Kusuma - detikFinance
Minggu, 07 Mar 2021 10:12 WIB
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia
Foto: Mohammad Wildan/20detik
Jakarta -

Pertengahan Februari kemarin, Indonesia sempat dihebohkan dengan kabar masyarakat satu desa yang mendadak memborong mobil. Banyak khalayak menyebutnya sebagai desa miliarder. Informasi ini pun viral di media sosial.

Selain memborong mobil, warga Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Tuban, Jawa Timur itu juga langsung berinvestasi, hingga daftar haji.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia ikut angkat bicara soal viralnya warga satu desa di Tuban, Jawa Timur, jadi miliarder dan memborong mobil. Peristiwa ini terjadi setelah lahan mereka dibeli konsorsium Pertamina dan perusahaan minyak dan gas asal Rusia, Rosneft, untuk proyek kilang.

Bahlil bercerita dia mendapat tugas menyelesaikan masalah pembebasan lahan milik warga seluas lebih dari 800 hektare. Bahkan, dia sampai bermalam di mobil demi mengawal proses pembebasan lahan tersebut.

Apalagi nilai investasinya besar, lebih dari Rp 200 triliun. Proyek kilang Tuban ini sebelumnya masuk ke dalam daftar Rp 708 triliun investasi mangkrak karena pembebasan lahan.

"Urusan Rosneft di Tuban, Jawa Timur, saya tidur 2 malam pakai mobil Avanza tanpa protokol," ujar Bahlil dalam acara Rapat Kerja Nasional HIPMI 2021, Sabtu (6/3/2021).

"Investasinya Rp 200 triliun lebih, sekarang izin sudah selesai, 4 tahun nggak selesai ini barang, sekarang keluar ini barang," sambung Bahlil

Setelah urusan pembebasan lahan beres, akhirnya muncul desa miliarder karena para warga mendapat ganti lahan Rp 600 ribu sampai Rp 700 ribu per meter persegi. Banyak warga yang mendapatkan uang rugi miliaran rupiah.

"Makanya keluar itu desa miliarder, yang tanah ganti untung itu urusan Rosneft. Jadi kita beli tanah 1 meter Rp 600 ribu dan ada yang Rp 700 ribu. Saya suruh untuk terbuka, itu habis ratusan miliar jadi satu desa itu kaya-kaya semua," tutur Bahlil.

Sebagai informasi, proyek kilang Tuban ini sebelumnya masuk ke dalam daftar Rp 708 triliun investasi mangkrak karena pembebasan lahan. Nilai investasinya Rp 211,9 triliun dengan lahan yang dibebaskan seluas 841 hektare.

(hek/zlf)