Ajak WP Lapor SPT, Sri Mulyani: Jangan Tunggu Sampai 31 Maret!

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 08 Mar 2021 14:43 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Pajak menjadi tulang punggung penerimaan negara. Setiap tahunnya, pajak berkontribusi hampir 80% terhadap total penerimaan negara. Sisanya berasal dari bea dan cukai, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) dan lainnya.

Dengan peranan penting tersebut, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengajak semua masyarakat Indonesia khususnya wajib pajak (WP) untuk melaporkan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan periode 2020 kepada Direktorat Jenderal Pajak (DJP).

Pelaporan bisa dilakukan secara online atau elektronik maupun manual. Namun, pemerintah dalam beberapa tahun terakhir mendorong pelaporannya secara elektronik.

Sri Mulyani mengungkapkan penerimaan negara berasal dari pajak bisa dimanfaatkan untuk berbagai program-program yang melibatkan masyarakat.

"Pajak ini uang kita semuanya, yang akan digunakan untuk masyarakat juga, sebagian untuk penanganan COVID," kata Sri Mulyani yang disiarkan secara virtual, Jakarta, Senin (8/3/2021).

Selain penanganan COVID-19, pemerintah menyediakan anggaran yang bisa dimanfaatkan langsung oleh masyarakat, seperti untuk membayar sektor kesehatan, membangun sekolah, insentif guru, pembangunan infrastruktur, hingga untuk Kepolisian dan TNI yang bertugas di sektor keamanan dan pertahanan negara.

"Jadi APBN adalah uang rakyat yang kembali lagi kepada rakyat, uang rakyat yang kembali kepada perekonomian sehingga kita bisa mendukung seluruh kehidupan kita bernegara," ungkapnya.

Oleh karena itu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini berharap seluruh masyarakat terutama wajib pajak orang pribadi (OP) maupun badan segera melaporkan kewajiban pajaknya kepada otoritas.

Adapun batas pelaporan SPT Tahunan periode 2020 untuk WP OP sampai 31 Maret 2021 dan untuk WP Badan pada 30 April 2021.

"Sukseskan penyampaian SPT Tahun 2020 bagi anda semuanya terutama para pembayar pajak individu jangan lupa untuk melakukannya, kalau bisa minggu-minggu ini jangan menunggu sampai sampai tanggal 31 Maret 2021. Dan untuk pajak korporasi anda masih sampai dengan bulan April dan tentu bisa dilakukan secara lebih segera," ungkapnya.

"Semoga apa yang kita lakukan bermanfaat bagi bangsa Indonesia dan bisa bersama-sama memulihkan perekonomian kita dan menjaga Indonesia dari COVID-19," tambahnya.

(hek/eds)