Apple Gugat Mantan Petinggi Gegara Bocorkan Rahasia Perusahaan

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 12 Mar 2021 09:32 WIB
NEW YORK, NY - AUGUST 02:  The Apple logo is displayed in an Apple store in lower Manhattan on August 2, 2018 in New York City. On Thursday the technology company and iPhone maker became the first American public company to cross $1 trillion in value. Apple stock is up more than 20% this year.  (Photo by Spencer Platt/Getty Images)
Foto: Spencer Platt/Getty Images
Jakarta -

Perusahaan teknologi global Apple menggugat mantan petingginya. Gugatan tersebut terkait dugaan penyalahgunaan rahasia dagang.

Seperti dikutip dari appleinsider, Jumat (12/3/2021), Simon Lancaster, mantan petinggi di Apple dituduh mengakses data di luar lingkup pekerjaannya lalu menjualnya ke media.

Dalam dokumen pengadilan sebagaimana ditulis dalam situs tersebut dijelaskan, Lancaster yang bekerja lebih dari satu dekade disebut menyalahgunakan posisi dan kepercayaan di dalam perusahaan untuk menyebar informasi rahasia dagang sensitif Apple secara sistematis dalam upaya mendapat keuntungan pribadi.

"Dia menggunakan senioritasnya untuk mendapatkan akses ke rapat internal dan dokumen di luar lingkup tanggung jawab pekerjaannya yang berisi rahasia dagang Apple, dan dia memberikan rahasia dagang ini kepada koresponden media luarnya," bunyi keterangan tersebut.

Apple menyatakan bahwa media menerbitkan rahasia dagang yang dicuri mengutip 'sumber' di Apple. Dalam gugatan itu juga menuduh Lancaster memperdagangkan informasi untuk keuntungan termasuk liputan positif pada perusahaan barunya.

Setelah keluar dari Apple, perannya dengan koresponden diperdalam sesuai tuduhan tersebut. Apple menyelidiki perangkat yang digunakan oleh Lancaster untuk menentukan kelanjutan hubungannya dengan koresponden dan menemukan bahwa dia mengambil langkah-langkah khusus untuk mendapatkan rahasia dagang Apple.

Lancaster telah mengirimkan rincian spesifik koresponden atas permintaan. Rahasia dagang yang diungkapkan termasuk rencana produk untuk perangkat yang belum diumumkan dan pembaruan untuk lini yang ada.

Setelah Lancaster meninggalkan Apple, dia bergabung dengan perusahaan penelitian dan pengembangan bernama Arris. Apple mengatakan Arris adalah vendor Apple dan yang memungkinkan Lancaster untuk terus menyedot rahasia dagang.

Pada hari terakhir Lancaster di Apple, dia mengunduh dokumen rahasia Apple dalam jumlah besar dari jaringan perusahaan Apple ke komputer pribadinya yang akan menguntungkannya di Arris.

Simak juga video 'Gara-gara Ini, Facebook Dikabarkan Bakal Gugat Apple':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/eds)