Dihantam Isu Monopoli, Tencent Rugi Rp 863 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 17 Mar 2021 13:45 WIB
Tencent
Foto: istimewa
Jakarta -

Raksasa teknologi China, Tencent semakin mendapat tekanan dari regulator yang khawatir atas pengaruh perusahaan yang semakin besar atau tindakan monopoli. Saham perusahaan pun merosot dan membuat Tencent merugi hingga US$ 60 miliar setara Rp 863,9 triliun (kurs Rp 14.399).

Dikutip dari BBC, Rabu (17/3/2021) laporan media itu menunjukkan bahwa raksasa teknologi saingan Alibaba itu kemungkinan harus menjual beberapa aset medianya di bawah tindakan keras tersebut.

Regulator China telah mengisyaratkan tindakan lebih keras terhadap perusahaan teknologi di negaranya. Administrasi Negara China untuk Peraturan Pasar (SAMR) pekan lalu mengatakan telah mendenda 12 perusahaan atas 10 kesepakatan yang melanggar aturan anti-monopoli. Perusahaan yang dimaksud termasuk Tencent, Baidu, Didi Chuxing, SoftBank dan perusahaan yang didukung ByteDance.

Menurut penyiar CCTV, Presiden China Xi Jinping memerintahkan regulatornya untuk meningkatkan pengawasan mereka terhadap perusahaan internet, menindak monopoli dan mendorong persaingan yang sehat.

Awal mula penekanan dari regulator China terjadi pada Oktober lalu, saat regulator China turun tangan untuk memblokir peluncuran pasar saham Grup Ant yang didukung Alibaba, yang diperkirakan akan menjadi yang terbesar tahun ini.

Pendiri Alibaba, Jack Ma kini kekayaannya telah menurun sejak dia berbicara menentang pendekatan peraturan China di sektor teknologi keuangan. Padahal sebelumnya Ma adalah orang terkaya di China. Sejak itu, regulator telah meluncurkan investigasi anti-monopoli terhadap Alibaba, yang merupakan platform e-commerce terbesar di China.

Aturan tambahan yang diperkenalkan pemerintah China bulan lalu ditujukan untuk menghentikan pemimpin pasar e-commerce China yang menyalahgunakan posisi pasar dominan mereka.

Tencent adalah salah satu perusahaan teknologi terbesar di China, dengan lebih dari satu miliar pengguna di platform perpesanan milik perusahaan, WeChat. Pendirinya Pony Ma adalah salah satu orang terkaya di China.

Perusahaan itu juga pemain utama di industri pembayaran digital, dengan aplikasi pembayarannya WeChat Pay yang menjadi saingan, AliPay dari Ant Group. Selain itu, Tencent juga memiliki bisnis games yang disebut paling menguntungkan, dan memiliki investasi dalam musik dan film.

Laporan media China menunjukkan bahwa Ant dan Tencent mungkin diminta untuk mendirikan perusahaan induk terpisah untuk memasukkan layanan perbankan, asuransi dan pembayaran mereka.

Tonton juga Video: Deretan Game Tencent Balik Lagi di Huawei Apps Store

[Gambas:Video 20detik]





Simak Video "Jack Ma yang Kalem di Kemunculan Perdananya Usai Menghilang"
[Gambas:Video 20detik]
(das/das)