Siap-siap! Pengusaha Hotel Bakal Dapat Bantuan Modal Kerja

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Sabtu, 20 Mar 2021 14:00 WIB
Airlangga
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Pemerintah tengah mendorong sektor perhotelan dan pariwisata agar kembali bergairah di tengah pandemi. Salah satunya dengan memberikan bantuan modal kerja untuk mendukung pembiayaan minimum bagi pemeliharaan hotel agar siap dan layak beroperasi.

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga menyebut pemerintah juga menyiapkan voucher paket wisata sebagai langkah penguatan permintaan. Voucher paket wisata akan diberikan bagi tenaga kesehatan sebagai penghargaan atas jasanya.

Ada pula voucher paket wisata dan vaksin gotong royong bagi perusahaan peserta vaksin gotong royong. Nantinya perusahaan tersebut berhak mendapatkan diskon atau voucher paket wisata untuk karyawannya atau diskon paket conference di hotel.

"Pemerintah melihat bahwa sektor pariwisata memiliki outlook yang bagus tetapi cashflow-nya tidak ada. Maka dari itu, pemberian modal kerja dan alternatif sisi supply dan demand sedang direncanakan. Saya berharap, hasil Rakernas PHRI ini dapat memberikan masukan yang konkret dan accountable untuk mendukung program yang sedang direncanakan ini agar segera terealisasi," katanya dalam keterangannya tertulis, Sabtu (20/3/2021)

Hal tersebut dia sampaikan dalam pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia secara virtual, Kamis (18/3) lalu. Airlangga menyebut perkembangan kasus aktif selama PPKM Mikro pada pekan 8 - 14 Maret 2021 menunjukkan tren penurunan.

Selain itu, berbagai indikator ekonomi dan pariwisata juga semakin membaik seiring dengan kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, seperti kebijakan protokol kesehatan yang mengacu pada Cleanliness, Healthiness, Safety, Environment Sustainability (CHSE) di destinasi wisata, program hibah dan bantuan insentif pemerintah, serta kampanye #InDOnesiaCARE sebagai strategi komunikasi guna membangun kepercayaan publik.

"Saya mengapresiasi kegiatan Rakernas ini karena merupakan konsolidasi yang sedang dibutuhkan untuk percepatan pemulihan ekonomi nasional di sektor pariwisata," kata Airlngga.

Dia menilai kebijakan Strategis APBN 2021 mampu mendorong akselerasi pemulihan dan transformasi ekonomi menuju Indonesia Maju. Pada sektor pariwisata, terdapat Rp 14,2 triliun yang dialokasikan dalam rangka mendorong pemulihan sektor pariwisata dengan fokus 5 kawasan super prioritas, yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Likupang, serta pengembangan skema Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

(ncm/hns)