Jahe Impor Bikin Harga Anjlok, Petani Asal Sumut Merugi

Vadhia Lidyana - detikFinance
Rabu, 07 Apr 2021 20:35 WIB
jahe impor asal myanmar dan india
Foto: Enggran Eko Budianto

Layla mengatakan, orang tuanya butuh modal Rp 50-60 juta untuk menanam jahe. "Modal merawat jahe sampai panen kisaran Rp 50-60 juta termasuk bibit, untuk 5 rantai. Kita bisa bayangkan petani menunggak Rp 50 juta bagaimana. Kalau bukan dari hasil tani yang diharapkan," papar dia.

Ia mengaku, kini dirinya dan orang tuanya tak tahu lagi bagaimana melunasi utang untuk modal menanam jahe tersebut. "Bingung juga mau bagaimana," katanya.

Menurut Layla, seharusnya pemerintah bisa menyalurkan jahe-jahe hasil panen petani di Sumut yang berlebih ke daerah lain. Dengan demikian, pasokan jahe bisa merata tanpa perlu dilakukan impor.

"Yang buat jengkel itu harga di luar Sumut masih Rp 25.000-35.000/Kg. Kan bisa dibantu distribusi ke luar pulau agar bisa diserap kota lain, daripada masukkan jahe impor," tegas Layla.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya lonjakan impor sejak 2018. Pada tahun 2017, impor jahe hanya 53 ton. Lalu, pada tahun 2018 naik 7172% menjadi 3.886 ton. Pada tahun 2019, impor jahe naik 460% dibandingkan 2018 menjadi 21.782 ton. Pada tahun 2020, impor jahe mencapai 19.252 ton, atau turun tipis (11,63%) dibandingkan 2019.


(vdl/fdl)