Upah Buruh Naik Tipis ke Rp 56.470 di Maret

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 15 Apr 2021 15:12 WIB
Sejumlah buruh tani dari kabupaten Sragen tampak sibuk menggarap sawah di Sragen. Belasan buruh tani itu diketahui memanen gabah dengan upah Rp 60 ribu per hari
Foto: Agung Mardika
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan nominal upah buruh tani meningkat di Maret 2021. Otoritas statistik mencatat upah buruh tani nasional Rp 56.470 per hari atau meningkat 0,17% dibandingkan bulan sebelumnya Rp 56.373 per hari.

"Karena pada Maret ini terjadi kenaikan indeks konsumsi RT di pedesaan sebesar 0,11%, maka upah riil buruh tani pada Maret tahun ini meningkat meskipun tipis sekali 0,06%," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam video conference, Kamis (15/4/2021).

Upah riil buruh tani adalah perbandingan antara upah nominal buruh tani dengan indeks konsumsi rumah tangga pedesaan, sedangkan upah riil buruh bangunan adalah perbandingan upah nominal buruh bangunan terhadap indeks harga konsumen perkotaan.

Selain itu, BPS juga mengumumkan perkembangan upah buruh normal seperti buruh bangunan bukan mandor. Pada Maret 2021, tercatat upah buruh bangunan Rp 90.971 per hari atau naik tipis 0,02% dari bulan sebelumnya.

Suhariyanto mengatakan, untuk upah riil buruh bangunan mengalami penurunan 0,06% menjadi Rp 85.699 per hari.

"Karena Maret 2021 terjadi inflasi 0,08% maka secara riil upah buruh bangunan ini turun 0,06%," jelasnya.

Selanjutnya, rata-rata nominal upah buruh potong rambut wanita per kepala naik 0,03% di Maret 2021 dari Rp 28.909 pada bulan sebelumnya menjadi Rp 28.917. Sementara turun sebesar 0,05%, yaitu dari Rp 27.255 menjadi Rp 27.242 per kepala.

Rata-rata nominal upah asisten rumah tangga per bulan pada Maret 2021 naik 0,28% menjadi Rp 422.979 dari bulan sebelumnya Rp 421.798. Sementara upah riil Maret 2021 dibanding Februari 2021 naik sebesar 0,20%, yaitu dari Rp 397.674 menjadi Rp 398.469.

(hek/fdl)