Alibaba Didenda, Perusahaan Teknologi Lain Jangan 'Bandel'

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 16 Apr 2021 12:46 WIB
Markas Alibaba
Foto: Adi Fida Rahman/detikinet
Jakarta -

Pekan ini menjadi minggu yang sulit bagi perusahaan teknologi China. Baru-baru ini raksasa e-commerce milik miliarder China Jack Ma, Alibaba didenda US$ 2,8 miliar oleh regulator China karena diduga monopoli.

Kemudian, perusahaan pembayaran digital China Ant Group, afiliasi dari Alibaba mengumumkan rencana restrukturisasi drastis. Sebab regulator memaksa perusahaan bertindak lebih seperti bank, bukan sebagai perusahaan teknologi.

Hari Selasa, 34 perusahaan teknologi China dipanggil oleh pemerintah dan diperingatkan jangan sampai bernasib seperti Alibaba. Puluhan perusahaan itu juga diberikan waktu satu bulan untuk beradaptasi dalam mematuhi aturan baru untuk perusahaan teknologi China.

Dikutip dari BBC, Jumat (16/4/2021), Alibaba merupakan industri teknologi China yang mendominasi di negara dengan memiliki 800 juta pengguna di China saja. Itulah mengapa Alibaba menjadi peringatan bagi perusahaan lain ketika didenda dan secara resmi ditegur.

Perusahaan seperti Tencent, JD.com, Meituan, Bytedance, dan Pinduoduo kini berusaha menghindari masalah yang dialami Alibaba.

Menurut Analis Teknologi China dan co-host podcast Tech Buzz China, Rui Ma aturan baru yang dilayangkan China kepada perusahaan teknologi berisi peraturan yang mengedepankan masa depan perusahaan.

"Jika Anda membaca undang-undang, regulator China mencoba untuk lebih melihat ke depan dan berpikir ke depan, dalam upaya untuk mengatur industri yang bergerak begitu cepat," katanya.

"Mereka termasuk penggunaan AI, bukan hanya pangsa pasar. Pemerintah mencoba memahami platform dan mencoba sejalan dengan apa yang dilakukan oleh negara-negara yang lebih maju," tambahnya.

Masalah yang mengawali tindakan tegas regulator China terhadap Alibaba dan perusahaan teknologi lainnya, saat miliarder Jack Ma mengkritik soal sistem keuangan China yang dianggap masih tradisional. Sejak kritik itu, Ma dipanggil oleh regulator dan IPO perusahaan pembayaran Ant Group akhirnya ditangguhkan.

(ara/ara)