3 Fakta Tarif Pelabuhan Tanjung Priok yang Diprotes Importir

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 16 Apr 2021 19:30 WIB
Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki potensi menjadi poros maritim dunia. Yuk, lihat aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Priok.
Foto: Grandyos Zafna

3. Bikin Pengusaha Mainan Banting Setir hingga Gulung Tikar

Penyesuaian tarif di pelabuhan itu tak hanya berimbas pada kenaikan harga produk, lebih parahnya bisa memicu lebih banyak pelaku industri mainan yang gulung tikar hingga banting setir.

"Sudah banyak (yang gulung tikar) sampai ada yang pulang kampung, ada yang jadi klontong, karena memang sudah nggak kuat, dan banyak yang beralih ke FnB (food and beverage). Ada yang jual kopi, jual makanan frozen. (Tarif pelabuhan naik) Pasti akan banyak (yang gulung tikar atau banting setir)," ujar Sandi.

Sandi menceritakan, sejak ada pandemi omzet rata-rata para pelaku industri mainan anjlok lebih kurang hingga 70%. Walaupun e-commerce kini sedang geliat-geliatnya, tak memberi dampak yang signifikan bagi para pelaku mainan. Sebab, sumber utama pendapatan pelaku mainan adalah dari toko-toko ritel mereka yang didatangi pengunjung secara langsung. Sehingga, kalaupun ada peningkatan omzet paling mentok sampai 15% dari kondisi terpuruk masa pandemi.

"(Hanya naik sekitar 10-15%) betul," katanya.

Tak hanya itu, pengangguran dari industri ini pun diprediksi akan meningkat bila pengusahanya sudah tak sanggup lagi bertahan.

"Kalau rontok satu demi satu akhirnya pengangguran akan meningkat," imbuhnya.

Halaman

(aid/eds)