Usung Hyperlocal, Tokopedia Dorong UMKM Jateng Lebih Mandiri

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Minggu, 18 Apr 2021 10:54 WIB
Tokopedia
Foto: Dok. Tokopedia
Jakarta -

Tokopedia menghadirkan inovasi hyperlocal untuk mendukung para pelaku usaha khususnya UMKM lokal. Langkah ini dilakukan dalam rangka mewujudkan misi pemerataan ekonomi secara digital di Indonesia.

Head of Regional Growth Expansion (RGX) Tokopedia, Trian Nugroho mengatakan Tokopedia mengadakan pendampingan intensif bagi UMKM di berbagai kota. Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah daerah demi mewujudkan digitalisasi UMKM lokal.

"Pemanfaatan platform teknologi seperti Tokopedia menjadi solusi bagi para pegiat UMKM lokal untuk dapat tetap mempertahankan usaha di tengah pandemi sekaligus menggerakkan ekonomi daerah," ujar Trian dalam keterangan tertulis, Minggu (18/4/2021).

"Melalui kolaborasi bersama pemerintah daerah sepanjang Q4 2020, Tokopedia telah menggandeng penjual baru, baik individu maupun pasar tradisional di berbagai kota, seperti Semarang, Medan, Palembang, Bandung, Surabaya, Malang dan Makassar," lanjutnya.

Trian menyebut Tokopedia juga menyediakan kampanye Kumpulan Toko Pilihan (KTP). Lewat kampanye ini, UMKM lokal di Semarang bisa mendapatkan pedampingan untuk memulai dan mengembangkan usaha secara daring, serta ditampilkan pada halaman khusus di Tokopedia.

Di samping itu, ada pula Tokomart yang mengusung teknologi geo-tagging guna mempermudah masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan harian dari penjual terdekat. Trian mengatakan, inovasi ini sudah tersedia di Jabodetabek serta Bandung dan akan segera tersedia bagi masyarakat Semarang dalam waktu dekat.

Diungkapkan Trian, adanya pandemi mendorong masyarakat untuk memanfaatkan teknologi dalam mencari kebutuhan sehari-hari, khususnya kebutuhan rumah tangga, kesehatan dan perawatan tubuh, serta elektronik. Hal ini terbukti dengan terpilihanya tiga kategori tersebut sebagai kategori paling populer selama Q1 2021, khususnya di wilayah Jawa Tengah.

"Di Jawa Tengah, kategori Elektronik, misalnya, meningkat hampir 2x lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sedangkan kategori Rumah Tangga serta Kesehatan dan Perawatan Tubuh masing-masing meningkat lebih dari 2x lipat," tuturnya.

Tidak hanya itu, dia menjelaskan transaksi pada kategori makanan dan minuman pun turut melonjak bahkan hampir tiga kali lipat. Seperti halnya yang dialami oleh Bandeng Bonafide Semarang, yang merupakan UMKM asal Semarang besutan Hary Purwita dan istri sejak tahun 1995.

Hary mengaku pandemi COVID-19 menyebabkan penjualan offline-nya menurun drastis, sehingga dia beralih menggunakan platform digital.

"Dengan memanfaatkan platform digital seperti Tokopedia di tengah pandemi, transaksi kami bisa meningkat hampir 7x lipat selama Q1 2021 dibanding periode yang sama pada tahun sebelumnya," pungkasnya.

Di sisi lain, pandemi Corona juga mendorong masyarakat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mencari peluang dengan membuka bisnis online. Hal ini dibuktikan dengan hasil survei yang dilakukan oleh LPEM FEB UI.

External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya mengatakan berdasarkan hasil survei tersebut tercatat 7 dari 10 pelaku usaha di Tokopedia mengalami peningkatan volume penjualan sepanjang tahun 2020, dengan median sebesar 133 persen.

"68,6 persen penjual yang bergabung dengan Tokopedia pada saat pandemi merupakan pencari nafkah tunggal di keluarga. Serta 76,4% penjual mengatakan kemudahan mengelola bisnis menjadi alasan utama bergabung dengan Tokopedia," ujar Ekhel.

Ekhel menyampaikan, berdasarkan data internal Tokopedia terlihat pertumbuhan penjual yang sangat signifikan, dari yang sebelum pandemi berjumlah 7,2 juta menjadi lebih dari 10 juta saat ini. Pengguna aktif bulanan Tokopedia pun meningkat dari lebih dari 90 juta menjadi lebih dari 100 juta.

(akd/hns)