Terpopuler Sepekan

Om Liem, Pencipta Indofood yang Dulunya 'Gelandangan' China

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 18 Apr 2021 14:40 WIB
Ilustrasi Sudono Salim alias Om Liem
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Masyarakat Indonesia tentu sudah tak asing dengan merek Indofood. Berbagai produknya seakan menjadi konsumsi sehari-hari.

Tapi, tahukah kamu siapa pemilik PT Indofood Sukses Makmur Tbk (Indofood)? Dia adalah Salim Group yang didirikan oleh Soedono Salim atau yang akrab dipanggil Om Liem.

Meski sudah tutup usia, nama Om Liem masih harum di dunia bisnis Indonesia. Semasa hidupnya jadi salah satu konglomerat tersukses di Tanah Air yang meninggalkan begitu banyak prestasi.

Semua keberhasilannya tak diperolehnya secara instan. Dia bahkan dulunya pernah hidup miskin bagaikan gelandangan di negeri kelahirannya, yakni China daratan.

Om Liem lahir di Fuqing sebuah desa kecil di wilayah Fujian, China bagian selatan pada 16 Juli 1916. Dia lahir dengan nama Lim Sioe Liong.

Om Liem adalah anak kedua dari seorang petani. Di masa kecilnya, dia hidup dengan sangat kekurangan. Terbukti dirinya terpaksa harus putus sekolah pada usia 15 tahun dan berjualan mie di sekitar tempat tinggalnya.

Kemiskinan itulah yang mendorongnya hijrah ke Indonesia, mengikuti jejak sang kakak yang sudah terlebih dahulu tiba di Tanah Air. Om Liem tiba di Indonesia pada tahun 1939, ketika dimulainya Perang Dunia II.

Kisah perjuangan Om Liem dituliskan dalam buku 'How Chinese are Entrepreneurial Strategies of Ethnic Chinese Business Groups in Southeast Asia? A Multifaceted Analysis of the Salim Group of Indonesia' karangan Marleen Dieleman yang diterbitkan pada tahun 2007. Buku ini mengambil data dari berbagai sumber, salah satunya adalah laporan tahunan resmi perusahaan Salim Group.

Hal yang pertama kali dilakukan Om Liem di Indonesia adalah mencari uang. Ia mulai bekerja sebagai supplier cengkeh untuk perusahaan-perusahaan rokok di Kudus dan Semarang, Jawa Tengah.

Cengkeh menjadi salah satu bisnis yang menunjang kerajaan bisnisnya di masa mendatang, selain bisnis tekstil tentunya. Pada era pemerintahan Presiden Soeharto, Om Liem juga pernah berbisnis di dunia perbankan dengan mendirikan Bank Windu Kencana dan Bank Central Asia (BCA).

Om Liem bersama tiga rekan bisnisnya yakni Djuhar Sutanto, Sudwikatmono dan Ibrahim Risjad (belakangan dikenal sebagai The Gangs of Four) membangun sebuah perusahaan tepung terigu terbesar di Indonesia yaitu, PT Bogasari. Kala itu, PT Bogasari menguasai 2/3 pasar terigu Indonesia.

Namun, Om Liem juga pernah mengalami kejatuhan dalam bisnisnya. Pada tahun 1997, di mana krisis moneter melanda Indonesia, kerajaan bisnisnya sempat goyah karena memiliki utang yang cukup besar, yang dilaporkan mencapai Rp 52 triliun.

Untuk menutupi utangnya, Om Liem terpaksa melepas beberapa perusahaannya seperti PT Indocement Tunggal Perkasa, PT BCA, dan PT Indomobil Sukses Internasional.

Selanjutnya
Halaman
1 2

Tag Terpopuler