Bos Spotify Promosikan Podcasternya yang Beri Informasi Anti-Vaksin

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 29 Apr 2021 11:11 WIB
LOS ANGELES, CALIFORNIA - MARCH 26: Free Spirit and Spotify branding at Khalid Performs For His Biggest Spotify Fans To Celebrate His Forthcoming Album Free Spirit on March 26, 2019 in Los Angeles, California. (Photo by Matt Winkelmeyer/Getty Images for Spotify)
Foto: Matt Winkelmeyer/Getty Images for Spotify
Jakarta -

Bos Spotify, Daniel Ek diketahui tetap mempromosikan pembawa acara podcast teratas perusahaan, Joe Rogan. Padahal Rogan telah menyebarkan informasi terkait anti-vaksin COVID-19 di podcastnya.

Rogan diketahui menyampaikan kalau anak muda yang sehat tidak boleh mendapatkan vaksin COVID-19. Hal itu disampaikan pada episode baru podcastnya yang berjudul "The Joe Rogan Experience" . Itu sebuah pernyataan yang bertentangan kebenaran yang telah disampaikan badan-badan kesehatan di dunia.

Dikutip CNN, Kamis (29/4/2021) Dalam episode itu Rogan bersama komedian Dave Smith. Padahal Rogan juga mengatakan bahwa kedua anaknya tengah menderita COVID-19 dengan gejala ringan.

"Saya benci mengatakan jika anak-anak seseorang bisa meninggal karena ini. Saya sangat menyesal hal itu terjadi. Tapi saya mengatakan pengalaman pribadi yang dialami anak-anak saya dengan COVID bukanlah apa-apa," kata Rogan pada podcastnya.

Namun, Ek tidak menanggapi permintaan komentar mengenai informasi salah yang disampaikan Rogan. Dia hanya mengatakan akan menghapus konten yang melanggar aturan. Juru bicara Spotify juga menolak berkomentar.

"Yang akan saya katakan adalah kami memiliki 8 juta pembuat, dan ratusan juta konten. Kami memiliki kebijakan konten dan kami menghapus bagian yang melanggar itu," ujar Ek.

Saat Rogan tengah jadi buah bibir masyarakat, Spotify tetap menambahkan nama Rogan dalam laporan pendapatan kuartal I-2021. Rogan dianggap telah membantu perusahaan membangun bisnis podcast. Bahkan Mei tahun lalu, Rogan terpilih dari 8 juta podcaster di Spotify untuk mendapatkan lisensi.

Lanjut halaman berikutnya.

Chief Financial Officer Paul Vogel juga mengatakan Rogan telah berkontribusi pada konsumsi podcast Spotify yang kuat Desember lalu. Itu adalah bulan yang sama saat podcast Rogan menjadi eksklusif untuk Spotify.

Namun, menurut analis Dr. Jonathan Reiner apa yang disampaikan Joe Rogan merupakan informasi yang salah. Rainer khawatir dampaknya pada masyarakat, mengingat Rogan memiliki pendengar yang cukup besar.

"Joe Rogan salah. Saya berharap dia hanya mencari pelanggan baru, tetapi dia memiliki platform yang cukup besar dan itu benar-benar merusak," katanya.

Bukan kali ini saja, Rogan memang telah memicu kontroversi sejak bergabung dengan Spotify. Pada bulan September lalu, Rogan meminta maaf karena menyebarkan informasi yang salah tentang kebakaran di Pantai Barat.

(fdl/fdl)