Lipsus Bukit Algoritma

Nahloh! Bukit Algoritma Dibangun Habis Lebaran Ternyata Belum Berizin

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 30 Apr 2021 09:52 WIB
Bukit Algoritma belum dibahas Pemkab Sukabumi
Foto: Syahdan Alamsyah
Jakarta -

Bupati Sukabumi Marwan Hamami heran dengan rencana pembangunan Bukit Algoritma. Sebab, proyek yang digadang-gadang bakal menjadi 'Silicon Valley'-nya Indonesia itu belum mengantongi izin. Padahal pihak proyek berencana melakukan pembangunan pada Mei setelah Hari Raya Idul Fitri.

Bahkan, proyek senilai Rp 18 triliun itu baru dia ketahui setelah ramai diberitakan di media massa. Pihak yang terlibat dalam proyek itu, kata dia belum pernah menginformasikan rencananya.

"Baru mendengar justru dari detikcom sehingga kondisi ini menjadi pencermatan, dan saya juga bertanya, setahu saya yang presentasi untuk semacam Silicon Valley itu adalah MNC yang akan dibangun dengan industri data," kata dia saat berbincang dengan tim detikcom baru-baru ini.

Ya, perusahaan Hary Tanoesoedibjo, MNC Land memang sedang membangun Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Lido. Proyek tersebut berdiri di Kabupaten Bogor dan Sukabumi.

Kembali ke Bukit Algoritma, dia menerangkan saat ini pihaknya sama sekali belum menerima pengajuan izin dari pihak proyek. Dia sudah memerintahkan anak buahnya untuk mencari tahu.

"Untuk sampai hari ini kita sudah memerintahkan badan perizinan untuk mengkomunikasikan, berkoordinasi sejauh mana keseriusan dari posisi keberadaan investasi ini," ujar Marwan.

Dia ingin meminta penjelasan, proyek tersebut bakal berdiri di KEK Cikidang atau di luar kawasan tersebut. Jika berada di luar KEK maka perizinannya memang tidak ke bupati. Tapi yang jadi soal, KEK tersebut belum ada, masih sebatas usulan.

"Kalau KEK setelah disetujui oleh Gubernur, siapapun yang akan membangun di KEK adalah kewenangan badan otoritanya, Pemda tidak ada ikut serta, hanya mengawasi saja. Itu kelebihannya KEK. Tetapi kalau hari ini belum ditetapkan KEK, berarti kalau mereka mau bangun ya ikuti aturan main secara administrasi kepemerintahan," tambahnya.

Simak juga Video: Asa Indonesia Punya Silicon Valley Lewat Bukit Algoritma

[Gambas:Video 20detik]



(toy/fdl)