Terpopuler Sepekan

KRI Alugoro, Kapal Selam Buatan RI Pertama yang Ikut Cari Nanggala

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 01 Mei 2021 11:45 WIB
Dua kapal selam KRI Ardadedali-404 (depan) dan KRI Alugoro-405 (belakang) bersandar di Dermaga Faslabuh Selat Lampa Pangkalan TNI AL Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (6/4/2021). Panglima TNI meresmikan sekaligus mengukuhkan Komandan KRI Alugoro-405 yang akan dioperasikan di jajaran Komando Armada (Koarmada) II dan meresmikan Stasiun Bantu kapal selam serta melakukan peletakan batu pertama pembangunan markas Guspurla Koarmada I di wilayah Natuna. ANTARA FOTO/Teguh Prihatna/wsj.
Foto: ANTARA FOTO/Teguh Prihatna
Jakarta -

Dalam pencarian kapal selam KRI Nanggala-402, nama KRI Alugoro-405 menjadi satu dari empat kapal selam yang menjadi tim pencari.

Tahukah kamu, KRI Alugoro-405 merupakan buatan PT PAL Indonesia (Persero)? Kapal selam ini jadi satu dari empat kapal selam yang masih tersisa di Indonesia.

Produksi kapal selam ini menggunakan skema transfer teknologi bersama perusahaan Korea Selatan, Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering Co Ltd (DSME).

Lingkup pengerjaan yang dilakukan PT PAL meliputi Joint Section, test and trials (Setting to Work, Hydro Test, Harbour Acceptance Test (HAT), Sea Acceptance Test including Pre-SAT, sampai dengan penyusunan working standard oleh PT PAL.

Kapal selam yang merupakan jenis Diesel Electric U209/1400 Chang Bogo Class ini memiliki dimensi panjang keseluruhan 61,3 meter.

Untuk kecepatan, di bawah air lajunya bisa mencapai 21 knot (sekitar 38,892 km/jam) sedangkan saat di permukaan mampu melaju dengan kecepatan 12 knot (22,224 km/jam).

Kapal selam ini mampu membawa 40 orang kru. Sementara kemampuan jelajah selama 50 hari dan didesain dengan life time mencapai 30 tahun.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengatakan adanya KRI Alugoro-405 merupakan tonggak sejarah pertahanan Indonesia. Pasalnya, untuk pertama kalinya Indonesia melalui galangan kapal nasional PT PAL Indonesia (Persero) berhasil ikut serta dalam produksi kapal selam.

KRI Alugoro-405 menjadi tanda upaya TNI AL bersama pemerintah mulai meremajakan alat utama sistem senjata (alutsista) di perairan dalam rangka penguatan pertahanan nasional. Kebutuhan alutsista TNI disebut akan terus dipenuhi melalui kerja sama industri dalam negeri nasional.

Prabowo meminta industri pertahanan dalam negeri turut serta dalam upaya peremajaan alutsista. Mengingat saat ini banyak alat pertahanan yang telah berusia relatif tua.

"Kita sadari bersama betapa pentingnya pertahanan kita. Kita sedang membangun kemampuan pertahanan kita. Bukan karena kita ingin gagah-gagahan. Bukan karena kita ingin mengancam siapapun, tidak," kata Prabowo saat serah terimakan KRI Alugoro-405.

(kil/eds)