Jokowi Target Ekonomi Kuartal II 7%, Ekonom: Kita Nggak Berani

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 06 Mei 2021 16:03 WIB
Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menghadapi ancaman pandemi COVID-19. OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 4,9% di tahun 2021.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Ekonomi Indonesia semakin mengalami proses pemulihan. Bahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pertumbuhan ekonomi di kuartal II-2021 bisa mencapai 7%, naik dibanding kuartal I-2021 ini yang masih terkontraksi -0,74%.

Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Piter Abdullah sependapat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus membaik dalam kuartal ke depan. Namun perkiraannya tidak sampai 7%.

"Kita yakin outlook-nya ke depan akan terus membaik dan ada percepatan. Kita perkirakan di triwulan II nanti perekonomian kita akan sudah kembali positif di kisaran yang cukup tinggi. Walaupun kita tidak seoptimis pemerintah ya, presiden memperkirakan sampai 7%, kita mungkin nggak berani," katanya dalam dialog virtual KPCPEN, Kamis (6/5/2021).

Secara pribadi, dia sebenarnya berharap pertumbuhan ekonomi bisa tumbuh dari yang diinginkan oleh pemerintah. Namun dalam memperkirakannya disebut harus realistis dengan disesuaikan berbagai risiko yang masih besar seperti terjadinya peningkatan kembali kasus COVID-19 seperti di negara lain.

"Berharap si iya kita pengin juga sih kalau saya pribadi penginnya tumbuh 10%. Tapi maksud saya kita harus mengkorting agar jangan sampai kita nanti salah dalam memproyeksikan ini karena faktor risikonya masih besar bahwa negara-negara lain mengalami second wave, third wave yang luar biasa besar dan berdampak ke ekonomi," tuturnya.

Dengan melihat berbagai risiko yang ada, Piter memprediksi ekonomi Indonesia di kuartal II-2021 hanya tumbuh di kisaran 3-4%. Meski begitu, dia berharap perkiraannya itu salah.

"Kalau seandainya saya salah justru saya akan sangat gembira. Kalau pemerintah yang benar bahwa pertumbuhan ekonomi kita di atas 7% saya justru akan sangat gembira karena pemerintah punya berbagai alasan argumentasi untuk meyakini pertumbuhan kita di atas 7%. Cuma sekali lagi risiko yang kita hadapi masih sangat besar," imbuhnya.

Sebelumnya dalam kesempatan yang sama, Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kemenkeu, Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengaku optimis pertumbuhan ekonomi kuartal II-2021 bisa tumbuh di kisaran 7-8%. Hal ini tercermin dari beberapa indikator ekonomi yang sudah menunjukkan tren pemulihan.

"Pertumbuhan ekonomi di 2021 perkiraan kita sekitar 4,5-5,3%, yang 7% di kuartal II dan kita optimis di sekitar 7-8% karena di kuartal II-2020 kita negatifnya sudah sangat dalam sehingga untuk mencapai itu kita optimis," tuturnya.

Simak video 'Indonesia Masih Resesi! Ekonomi Kuartal I 2021 Minus 0,74%':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/eds)

Tag Terpopuler