Guru Besar IPB Sebut Kementan Punya Cara Cerdas Genjot Nilai Tukar Petani

Faidah Umu Sofuroh - detikFinance
Kamis, 06 Mei 2021 17:19 WIB
petani
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Guru Besar IPB Prof. Muhammad Firdaus menyebut Kementerian Pertanian (Kementan) sudah memiliki pijakan yang tepat dan cerdas dalam mengimplementasikan strategi peningkatan nilai tukar petani (NTP) 2021-2024. Pijakan itu, kata Firdaus, adalah 5 cara bertindak atau yang lebih dikenal dengan sebutan (5CB).

Menurutnya, 5CB adalah representasi dari keberhasilan berbagai peningkatan produksi. Termasuk strategi model bisnis closed loop yang biasa mendukung program koorporasi petani, kampung horti, Geratieks dan lainnya.

Sebagai informasi, 5CB adalah pedoman Kementan dalam membangun sektor pertanian maju, mandiri dan modern, juga dalam mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki dengan kemandirian nasional dan lokal.

Secara singkat, CB1 adalah meningkatkan produksi melalui pemanfaatan lahan rawa, CB2 melakukan diversifikasi pangan lokal, CB3 penguatan cadangan dan sistem logistik pangan, CB4 pengembangan pertanian modern dan CB5 adalah gerakan tiga kali ekspor (Geratieks).

"Bahkan saya melihat untuk mengurangi food losses strateginya ada di CB3. Kenapa? karena di Indonesia itu biasanya terjadi penolakan pasar," katanya.

Bagi Firdaus, peningkatan NTP dan nilai tukar usaha pertanian (NTUP) bisa dilakukan dengan menjalankan 5CB. Apalagi NTP adalah indikator penting, terutama untuk mengintensifkan seberapa besar pengeluaran dan pemasukan yang terjadi di lapangan.

Secara umum, ia melihat NTP dan NTUP selalu berada dalam posisi yang selalu naik. Walaupun sempat ada penurunan karena hambatan pandemi dan panen yang banyak seperti rilis BPS pada periode April lalu.

"Tapi secara keseluruhan saya melihat sudah sangat baik," tutupnya.

Sebelumnya sektor pertanian pada kuartal 1 tahun 2021 mengalami pertumbuhan positif, yakni sebesar 2,95%. Pertumbuhan ini tak lepas dari pertumbuhan subsektor tanaman pangan yang mencapai 10,32% atau naik 2 digit dari perkembangan angka sebelumnya. Begitu pun dengan subsektor hortikultura yang tumbuh sebesar 3,02% dan disusul subsektor peternakan sebesar 2,48%.

Di sisi lain, kontribusi share sektor pertanian sangat positif, yakni sebesar 13,70% yang dihitung pada 2020 dan diperkirakan masih akan tumbuh positif pada tahun berikutnya.

Lihat juga Video: BMKG Bekali Petani Pengetahuan Iklim dan Cuaca

[Gambas:Video 20detik]



(mul/hns)

Tag Terpopuler