Kenapa Jokowi Izinkan Pekerja Asing Dapat Vaksin Gotong Royong?

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 06 Mei 2021 19:45 WIB
Program vaksinasi COVID-19 di Indonesia terus dilakukan meski di bulan puasa. Diketahui, 11 juta warga Indonesia telah menerima dosis pertama vaksin Corona.
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Tenaga kerja asing (TKA) di Indonesia diperbolehkan mendapatkan vaksin gotong royong. Pelaksanaan vaksinasi tersebut diinisiasi oleh pengusaha swasta melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia.

Koordinator Komunikasi Publik KPCPEN Arya Sinulingga membeberkan alasan pemerintah mengizinkan TKA mendapatkan vaksinasi melalui program gotong royong.

"Karena kan namanya herd immunity (kekebalan kelompok) kan artinya orang yang tinggal di lokasi tersebut. Corona kan tidak mengenal warga negara, Corona kan siapa saja manusia ya kalau terkena ya kena gitu. Dia nggak nanya 'paspornya mana Pak?' nggak nanya gitu," kata dia dalam dialog virtual, Kamis (6/5/2021).

Dijelaskannya, potensi penularan COVID-19 juga dialami oleh TKA di Indonesia, dan mereka memiliki kontak dengan warga negara Indonesia. Ketika mereka terpapar virus Corona maka akan berdampak ke orang-orang Indonesia.

"Jadi mereka bagian juga dari herd immunity itu. Kalau mereka nggak divaksin juga, kalau terkena kan kenanya dampaknya kita juga gitu. Jadi wajar kalau mereka diberikan juga kesempatan untuk menerima vaksinasi," sebutnya.

Vaksin yang dipakai dalam program vaksinasi gotong royong ini pengadaannya dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero) melalui anggota holding farmasi, PT Kimia Farma Tbk.

Sementara itu, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan akan dipertimbangkan mana yang akan diprioritaskan lebih dulu mendapatkan vaksinasi.

"Saya kira yang WNA WNI nanti kita lihat dari Kementerian Kesehatan prioritasnya mana dulu," tambah dia.

Diinformasikan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan izin kepada para pekerja asing mendapatkan vaksin gotong royong. Namun pekerja asing itu harus memiliki KITAS (Kartu Izin Tinggal Terbatas) dan KITAP (Kartu Izin Tinggal Tetap).

Hal itu diungkapkan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai mengikuti rapat dengan Jokowi di Istana Kepresidenan.

"Kemudian juga arahan Presiden bahwa untuk pekerja yang memiliki KITAS atau KITAP itu juga bisa menggunakan mekanisme vaksin gotong royong," ucapnya dilansir dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (3/5/2021).

(toy/ara)