Baja AS Langka, Harga Naik Tiga Kali Lipat!

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 07 Mei 2021 09:53 WIB
Industri Baja
Ilustrasi baja
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) mengalami kelangkaan baja besar-besaran. Hal itu disebabkan karena pada awal pandemi produsen baja menghentikan produksi untuk bertahan di tengah ekonomi yang terpuruk. Namun, saat ekonomi mulai pulih, produsen baja lambat untuk memproduksi lagi.

Dikutip dari CNN, Jumat (7/5/2021) kelangkaan baja menyebabkan harga melambung tinggi. Setelah mencapai titik terendah sekitar US$ 460 tahun lalu, patokan harga baja kumparan canai panas AS sekarang US$ 1.500 setara Rp 21 juta (kurs Rp 14.414) per ton. Angka itu rekor tertinggi dan naik tiga kali lipat dari rata-rata 20 tahun lalu.

Namun, menurut analis Bank of America, Timna Tanners melonjaknya harga dan kelangkaan baja ini tidak akan berlangsung lama. "Ini akan berumur pendek. Sangat tepat untuk menyebut ini gelembung," katanya.

Meski baja langka, saham perusahaan baja melonjak. US Steel (X), yang jatuh ke rekor terendah Maret lalu di tengah kekhawatiran kebangkrutan, telah meroket 200% hanya dalam 12 bulan. Nucor (NUE) telah melonjak 76% tahun ini saja.

Melihat harga dan saham baja melonjak, Tanners memperkirakan keduanya tidak akan bertahan lama. Direktur penelitian ekuitas logam di KeyBanc Capital Markets, Phil Gibbs juga setuju bahwa kenaikan harga baja tidak akan bertahan lama.

Tanners mengungkap industri baja saat ini tidak siap menghadapi pemulihan ekonomi yang cepat. Banyak orang yang tiba-tiba membeli mobil yang membuat permintaan baja melonjak signifikan. Butuh waktu bagi pabrik baja AS untuk melanjutkan produksi yang telah mereka hentikan selama pandemi.

Selain baja, AS juga mengalami kelangkaan pada komponen penting lainnya, seperti chip komputer, kayu hingga klorin dan supir truk tangki. Kini produsen, restoran, dan bisnis lain juga sangat membutuhkan pekerja.

Sementara itu, Badan Energi Internasional memperingatkan AS juga tidak memiliki cukup tembaga, lithium, dan mineral bumi mentah lainnya yang tersedia untuk mewujudkan ambisi energi bersih global.

(zlf/zlf)

Tag Terpopuler