Audit BPPT untuk Teknologi Pengolahan Nikel Anak Bangsa Rampung, What's Next?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 10 Mei 2021 05:48 WIB
Direktur Utama TMM, Petrus Tjandra (kanan) dan Direktur PTPSM BPPT, Rudi Nugroho (kiri) sedang memberikan Keterangan Pers.
Foto: (istimewa/BPPT)

Hadir dalam kesempatan yang sama, Budiman Sudjatmiko selaku Ketua Pelaksana Kerja Sama Operasi (KSO) Kawasan Bukit Algoritma menyampaikan bahwa jika Indonesia bisa mengembangkan teknologi ini (teknologi STAL), dengan riset, dan mendapatkan investasi dalam maupun luar, maka Indonesia akan menjadi Raja Baterai Dunia yang akan menggerakkan seluruh mesin, membangun ekonomi dan peradaban dunia.

"Karena itu saya sebagai Ketua Pelaksana KSO Kawasan Bukit Algoritma, yang kita bangun di Sukabumi seluas 888 hektar, mengajak kerjasama agar R&D-nya terus dikembangkan dan TMM bisa menggunakan fasilitas kami. Manufakturnya di sini tapi research-nya bisa kita kembangkan di sana. Pihak BPPT pun juga kami persilakan untuk menggunakan fasilitas di sana. Kita bisa sediakan. Ayo kita kerja sama." pungkas Budiman.

Pengembangan teknologi STAL yang dilakukan oleh TMM belum lama ini juga mendapat dukungan dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Dilansir dari laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menko Luhut menyampaikan dukungannya terhadap pengembangan teknologi baru dari anak bangsa tersebut, seraya menyampaikan keinginannya agar produk-produk dalam negeri dapat terus maju.

Selain itu, Menko Luhut juga berpesan kepada semua pihak agar teknologi STAL ini dapat dikembangkan terus, sekaligus berharap agar Indonesia dapat menarik investor yang sesuai untuk pengembangan teknologi ini.

Teknologi pengolahan nikel karya anak bangsaTeknologi pengolahan nikel karya anak bangsa Foto: Infografis detikcom/Denny: Teknologi pengolahan nikel karya anak bangsa

(hal/dna)