Larangan Mudik Bikin Jasa Marga Rugi?

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 10 Mei 2021 13:13 WIB
H-10 Lebaran, arus lalu lintas di Tol Cikampek, terpantau lengang, Minggu (02/05/2021). Tidak terdapat antrean kendaraan karena adanya larangan mudik.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sencaya
Jakarta -

Pengguna tol yang dikelola oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk turun drastis imbas larangan mudik. Otomatis pemasukan dari transaksi di gerbang tol ikut tergerus. Lantas, apakah hal itu membuat perseroan rugi?

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga, Dwimawan Heru mengatakan pihaknya belum punya hitung-hitungan soal itu. Menurutnya untung atau rugi akan terungkap di akhir tahun.

"Dan tentu kami melihat bahwa ini kita tidak hanya melihat 2 minggu pada saat peniadaan mudik ini. Kita nanti lihat di ujung tahun revenue (pendapatan) kita dari pendapatan tol bagaimana realisasinya terhadap base rancangan RKAP (Rencana Kerja Anggaran Perusahaan) kami pada 2021," kata dia ditemui di Jalan Tol Jagorawi, Senin (10/5/2021).

Dia memberi sedikit gambaran bahwa dari Januari sampai Maret terjadi kenaikan trafik kendaraan. Bahkan untuk Maret, realisasinya di atas target atau RKAP perusahaan. Tetapi begitu memasuki Ramadhan memang terjadi penurunan.

Pihaknya berharap berkurangnya pendapatan selama larangan mudik dapat ditambal di kuartal III dan IV. Kemungkinan itu ada karena tren pada kuartal I sudah bagus. Di sisi lain pihaknya juga melakukan efisiensi di beberapa bidang.

"Kami juga berusaha untuk tetap menekan cost (biaya) yang dikeluarkan supaya kita sustain dan bottom line-nya masih tetap bisa profit," jelas Heru.

Efisiensi yang dilakukan dipastikan tidak terkait dengan standar pelayanan minimal (SPM) kepada para pengguna tol.

"Jadi lebih terkait dengan sales, r&d, kemudian general administration, perjalanan dinas, rapat-rapat, kemudian beautifikasi dan sebagainya, ya itu semua kami efisiensikan. Pelatihan-pelatihan sekarang kan juga digital eranya ya, sudah tidak ada lagi offline, kita inikan ke online," tuturnya.

"Itu juga salah satu cara kami untuk mengefisiensikan cost yang ada supaya bisa mengimbangi juga bila terjadi nanti revenue-nya tidak sesuai dengan yang ditargetkan. Tapi kami tetaplah, kita lihat saja nanti di akhir tahun posisinya seperti apa," tambah Heru.

Lihat juga Video: Sempat Diblokade Pemotor, Jalur Penyekatan Kedungwaringin Kembali Dijaga

[Gambas:Video 20detik]



(toy/ara)