Ingat! Nyeberang ke Jawa dari Sumatera Wajib Tes Antigen

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 23 Mei 2021 09:14 WIB
Swab Antigen dan GeNose masih gencar dilakukan bagi para pemudik. Salah satunya dilakukan di kawasan Terminal Kampung Rambutan.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan, tes rapid antigen wajib dilakukan masyarakat yang mau melakukan penyeberangan dari Pulau Sumatera ke Jawa.

Budi Karya juga meminta agar Pemerintah Provinsi Lampung dapat mengerahkan pengawasan ketat soal syarat tes rapid antigen di pelabuhan penyeberangan. Dia meminta jangan ada masyarakat yang lolos tanpa melakukan atau menunjukkan hasil tes.

"Kami mohon kepada jajaran Pemprov Lampung dan Satgas Khusus COVID-19 Lampung yang diketuai Kapolda untuk terus melakukan pengawasan, jangan ada yang lolos pemeriksaan," kata Budi Karya dalam keterangannya, Minggu (23/5/2021).

Budi Karya juga mengimbau agar masyarakat bisa melakukan tes secara mandiri dari kota asal. Hal itu dilakukan agar tidak perlu antre lagi melakukan tes di sejumlah titik pemeriksaan di pelabuhan.

"Itu menghindari penumpukan penumpang di Pelabuhan Bakauheni," ungkap Budi Karya.

Dalam mengantisipasi peningkatan mobilitas masyarakat pasca lebaran dari Sumatera ke Jawa, pemerintah daerah telah membentuk Satgas Khusus Provinsi Lampung yang dikomandoi oleh Kapolda Lampung. Hal itu dilakukan untuk memastikan masyarakat yang akan menyeberang sudah menerapkan syarat protokol kesehatan dengan benar.

Tercatat, ada tujuh titik pengecekan Tes Rapid Antigen di Lampung dan Bakauheni yaitu di Pos Rest Area KM 172 B, Pos Rest Area KM 87 B, Pos Rest Area KM 20 B, Pos Pelabuhan Bandar Bakau, Pos Pelabuhan Bandar Bakau Jaya, Pos Simpang Hatta, dan Begadang IV.

Budi Karya sendiri memprediksi akan ada 400 ribu orang yang melakukan penyeberangan dari Sumatera ke Jawa dalam rangka arus balik. Sejauh ini baru 33% orang saja dari angka tersebut yang terhitung kembali ke Jakarta.

"Dari kalkulasi 400 ribu orang yang sudah menyeberang ke Sumatera, kira-kira baru sekitar 33% yang kembali. Untuk itu memang harus ada upaya yang lebih dari kita untuk memastikan mereka melakukan tes Rapid Antigen," tutur Budi Karya.

Hingga tanggal 22 Mei 2021, ada sebanyak 37.931 orang yang dilakukan tes rapid antigen di 7 (tujuh) titik pengecekan tersebut, dengan hasil ada sebanyak 338 orang dinyatakan positif dan langsung dibawa ke tempat isolasi yang telah disediakan oleh Satgas Khusus Provinsi Lampung.

Berdasarkan data PT ASDP Ferry Indonesia, pada tanggal 22 Mei 2021, dari total sekitar 420.000 orang yang menyeberang dari Merak ke Bakauheni mulai 22 April hingga 14 Mei 2021, jumlah orang yang kembali dari Sumatera baru sekitar 138.066 orang atau sekitar 33%.

Setelah masa peniadaan mudik berakhir, Pelabuhan Bakauheni sudah mengoperasikan secara penuh 7 dermaga dengan jumlah kapal yang beroperasi per hari sebanyak 32 kapal. Pada Selasa, 18 Mei kemarin, terjadi puncak pergerakan penumpang di Bakauheni yang mencapai 33 ribu penumpang.

(hal/zlf)