Penumpang Kapal Tujuan Samarinda Naik, Begini Penjelasan Kemenhub

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 23 Mei 2021 20:30 WIB
Ribuan penumpang arus balik mudik membludak di Pelabuhan Nusantara, Parepare, Sulawesi Selatan. Penumpang menuju Samarinda, Kalimantan Timur dengan KM Pantokrator.
Foto: 20Detik
Jakarta -

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengingatkan agar penumpang kapal khususnya yang berada di Pelabuhan Nusantara Parepare selalu mematuhi protokol kesehatan. Hal ini menyusul, meningkatnya penumpang pasca larangan mudik.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan ( KSOP) Parepare, Capt Ridwan Chaniago mengungkapkan jumlah penumpang di Pelabuhan Nusantara mengalami peningkatan pasca berakhirnya masa peniadaan mudik Idul Fitri 1442 H.

"Namun pengetatan masih tetap diberlakukan dan seluruh penumpang wajib memiliki surat keterangan negatif COVID-19 yang diawasi langsung oleh karantina pelabuhan dan team posko," kata Ridwan dalam keterangannya, Minggu (23/5/2021).

Ridwan mengungkapkan, meskipun jumlah penumpang meningkat namun semua dapat terlayani dengan baik dan tidak ada penumpukan penumpang di pelabuhan. Serta jumlah penumpang yang naik ke kapal disesuaikan dengan kapasitas kapal yang tidak melebihi batas maksimum yang diperbolehkan yaitu 75%.

Adapun para penumpang tersebut berlayar menuju Samarinda dengan menaiki Kapal Motor (KM) Pantokrator berangkat pukul 14.00 WITA.

"Jumlah penumpang dewasa 927 orang, anak-anak dan bayi 37 orang, jadi total 965 orang, masih di bawah jumlah dari 75% yang diizinkan dari jumlah normal sesuai sertifikat 1.850 orang," jelasnya.

Ridwan mengungkapkan pemberangkatan tersebut merupakan yang kedua usai masa peniadaan mudik. Sehingga dimanfaatkan masyarakat yang tadinya menahan diri untuk tidak pulang di masa peniadaan mudik tesebut.

"Karena kapal tujuan Samarinda semuanya portstay/berlabuh di pelabuhan Parepare dan Samarinda dan kami selalu mengingatkan para penumpang untuk mematuhi protokol kesehatan terutama penggunaan masker," ujarnya.

Selain itu, operator kapal juga diwajibkan untuk selalu mengingatkan penumpang agar tidak bergerombol atau melepas masker ketika sedang berada di atas kapal.

"Kami selalu menghimbau kepada operator kapal dan nakhoda agar tidak henti hentinya mengingat kan penumpang lewat pengeras suara dan juga petugas di lapangan sering mengingatkan lewat pengeras suara," tutupnya.

(hal/dna)