Nggak Cuma China, Kayu RI Juga Diincar Pasar Eropa

Bayu Ardi Isnanto - detikFinance
Sabtu, 29 Mei 2021 23:15 WIB
Pengrajin menyelesaikan produksi kursi di Bantul, Yogyakarta, Jumat (20/2/2021).
Ilustrasi/Foto: Rifkianto Nugroho
Solo -

Pemerintah mendorong ekspor kayu ringan (lightwood) ke Eropa yang masih memiliki potensi besar. Selama ini, ekspor kayu ringan masih didominasi ke China.

Koordinator Wilayah Amerika dan Eropa Direktorat Jenderal Kerja sama Pengembangan Ekspor Kementerian Perdagangan, Singgih Sugiyanto mengatakan potensi pasar Eropa masih besar. Namun pihaknya mendorong pengusaha untuk lebih berinovasi agar memiliki daya saing lebih.

"Memang kita dorong untuk diversifikasi pasar. Kalau nanti ada masalah di satu negara, padahal suplai kita banyak tapi demand nggak ada, kan berpengaruh dengan produksi kita," kata Singgih di sela acara Munaslub Indonesian Lightwood Association (ILWA) di Solo, Sabtu (29/5/2021)

"Maka kita kerja sama dengan Import Promotion Desk (IPD) Jerman dan Swiss Import Promotion Organization (SIPPO) untuk meningkatkan inovasi kayu kita agar bersaing di Eropa," imbuhnya.

Menurutnya, masa pandemi COVID-19 memang mempengaruhi seluruh sendi perekonomian, termasuk ekspor kayu. Namun dia menilai saat ini mulai banyak permintaan dari luar negeri.

"Setahun ini sudah mulai adaptasi sehingga diharapkan ekspor semakin membaik dan diversifikasi pasar bisa segera terwujud. Karena ini industri dalam negeri masih banyak yang tertidur," kata dia.

Ketua ILWA, Setyo Wisnu Broto, menyebut nilai ekspor kayu secara umum masih sangat kecil. Bahkan nilainya tidak sampai 1 persen dari potensi pasar kayu dunia.

"Potensi pasar kayu dunia itu US$ 2,1 triliun. Nilai ekspor kita hanya US$ 10 miliar, tidak ada 1 persennya. Padahal kalau kita fokus paling tidak bisa mencapai 5 persen saja sudah sangat besar," kata Wisnu.

Adapun saat ini pihaknya tengah mengembangkan jenis kayu seperti Sengon, Jabon, Albasia untuk dikembangkan di Kalimantan dan Jawa. ILWA juga bekerja sama dengan NGO dari Jerman, Fairventures yang fokus dalam melakukan penghijauan.

"Fairventures ini sudah melakukan penanaman pohon sengon di Kalimantan sebanyak 1 juta pohon. Dan kita akan kembangkan lagi sampai 100 juta pohon di Kalimantan dan Jawa. Ini penting karena industri tidak akan berkelanjutan jika hulunya bermasalah, Fairventures ini fokus dalam penghijauan, terutama di lahan-lahan yang terdegradasi," ujarnya.

Tonton juga Video: Peci Kayu Unik Ala Tasikmalaya

[Gambas:Video 20detik]



(bai/hns)