Pelaku Ekraf Dapat Bantuan Modal, Ekonomi Cirebon Siap Ngebut Lagi

Bima Bagaskara - detikFinance
Selasa, 01 Jun 2021 09:58 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno
Foto: Bima Bagaskara/detikTravel
Cirebon -

Usai mensosialisasikan Anugerah Desa Wisata Indonesia di Desa Cibuntu, Kabupaten Kuningan, Menparekraf Sandiaga Uno melanjutkan kunjungan kerjanya ke Kabupaten Cirebon, Jawa Barat pada Senin (31/5/2021).

Di Cirebon, Sandiaga bertemu dengan para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) sekaligus menyampaikan program untuk membantu pemulihan ekonomi di sektor pariwisata dan ekraf yang terdampak pandemi COVID-19.

Pada kesempatan itu Sandiaga mengungkapkan jika pandemi COVID-19 telah memaksa semua pihak untuk dapat beradaptasi dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya yang salah satu caranya ialah dengan memanfaatkan dunia digital.

"Salah satunya dengan membuat konten kreatif, memasarkan produk-produk kita. Market place jadi sarana untuk berjualan, kemudian juga media sosial sebagai wadah untuk pemasarannya," ungkap Sandiaga.

Bersamaan itu, Sandiaga juga memastikan Kemenparekraf akan hadir di tengah-tengah pelaku ekraf dengan kebijakan yang berkeadilan agar program-program yang dibuat bisa tepat sasaran dan dapat membuka lowongan pekerjaan bagi 34 juta masyarakat Indonesia.

"Kita harus melakukan inovasi, adaptasi dan kolaborasi. Kita juga harus lakukan 3G, Gercep-gerak cepat, Geber-gerak bersama dan Gaspol-garap semua potensi," ujarnya.

"Mereka (pelaku ekraf) juga memiliki kebutuhan yang sama, yaitu diberikan pelatihan, pendampingan dan akses permodalan. Ini yang akan kita bantu dengan program Kemenparekraf untuk membuka lapangan kerja seluas-luasnya," sambungnya.

Selain itu kata dia, Kemenparekraf juga akan menyalurkan dana hibah pariwisata yang telah diperluas tidak hanya bagi hotel dan restoran saja, melainkan juga diperuntukkan bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif lainnya.

Hal itu tidak terlepas dari banyaknya tempat-tempat usaha yang tutup akibat pandemi COVID-19 dan mengakibatkan terjadinya PHK massal.

"Kita tidak ingin dengan ditutupnya tempat-tempat usaha tersebut akan memicu PHK massal. Pemerintah harus hadir dengan memberikan sentuhan, yaitu dana likuiditas," tutupnya.

(dna/dna)