'Orang Terkaya' RI Jadi Ketua Debt Collector Utang BLBI

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 04 Jun 2021 13:56 WIB
Rionald Silaban (Kiri) Dok Kementerian Keuangan
Foto: Rionald Silaban (Kiri) Dok Kementerian Keuangan
Jakarta -

Orang terkaya di Indonesia versi Menteri Keuangan Sri Mulyani ditunjuk menjadi 'debt collector' utang BLBI. Dia adalah Rionald Silaban, pejabat eselon I Kementerian Keuangan berpangkat Direktur Jenderal Kekayaan Negara.

Rionald dalam Keputusan Presiden RI Nomor 6 Tahun 2021 tentang Satgas Penanganan Hak Tagih Negara dan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) ditunjuk menjadi Ketua Satgas BLBI.

Dia bertugas memimpin satgas itu menagih obligor dan kreditur untuk membayar dan melunasi utang BLBI.

Sri Mulyani yang juga menjadi Dewan Pengarah Satgas BLBI mengatakan satgas akan memprioritaskan menagih semua tertagih yang sudah jelas hak tagihnya. Yang jelas menurutnya, semua utang yang belum dibayarkan telah mandek tidak ditagih selama 20 tahun.

"Prioritasnya siapa saja? Tentu yang sudah jelas dan hak tagihnya akan kita lakukan saja, intinya semua prioritas ini kan udah 20 tahun, kami tidak lagi pertanyakan niat baik atau tidak tinggal mau memabayar atau tidak," kata Sri Mulyani usai pelantikan Satgas BLBI di Kantor Kementerian Keuangan, Jumat (4/6/2021).

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md yang juga selaku Dewan Pengarah BLBI, menegaskan tidak akan ada obligor dan debitur dalam kasus BLBI ini bisa lolos penagihan.

Dia menegaskan pemerintah sudah mengantongi semua data-data penagihan utang yang harus dilakukan, dan akan mengejar semua pihak yang tertagih.

"Tidak ada yang bisa bersembunyi! Karena di sini daftarnya ada dan Anda semua punya daftar para obligor dan debitur. Jadi kami tahu, Anda pun tahu, sehingga tidak usah saling buka, mari kooperatif saja," tegas Mahfud.

Perihal penyebutan Rionald sebagai orang terkaya di Indonesia sendiri disebutkan pertama kali oleh Sri Mulyani. Dia disebut menjadi orang paling kaya di Indonesia karena menjadi Dirjen Kekayaan Negara yang mengelola aset pemerintah pusat sekitar Rp 10.467,53 triliun.

Nilai itu terdiri dari aset lancar Rp 491,86 triliun, investasi jangka panjang Rp 3.001,2 triliun, aset tetap Rp 5.949,59 triliun, piutang jangka panjang (netto) Rp 56,88 triliun, dan aset lainnya Rp 967,98 triliun. Hal ini tercatat dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2019.

Sebelum, Rionald posisi orang terkaya di Indonesia dimiliki oleh Isa Rachmatarwata, namun per Maret lalu Rionald menggeser posisi Isa sebagai Dirjen Kekayaan Negara. Maka dari itu posisi orang terkaya saat ini ditempati Rionald.

"Untuk Dirjen Kekayaan Negara, saya berterima kasih kepada Pak Isa dan sudah terlanjur terkenal sebagai orang terkaya di Indonesia. Hari ini terpaksa diganti statusnya oleh pak Rio sebagai orang terkaya di Indonesia," kata Sri Mulyani yang disiarkan disiarkan oleh YouTube Kementerian Keuangan, Jumat (12/3/2021).



Simak Video "KPK Beberkan Tahapan Sebelum Putuskan Setop Kasus BLBI"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)