Catat! Ini Janji Mendag Tekan Harga Bahan Pokok di Papua

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 09 Jun 2021 18:30 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono: Ilustrasi Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi mendukung kebijakan dan implementasi otonomi khusus (otsus) di tanah Papua. Ada serangkaian program yang telah dirancangnya.

Lutfi mengatakan akan membangun gudang di Papua guna mendukung kelancaran distribusi khususnya untuk komoditas bahan pokok dan bahan penting. Nantinya akan ditata ulang rantai bahan pokok di sana agar bisa didatangkan langsung dari sumber asalnya untuk mendapat harga yang lebih kompetitif.

"Memang ada permasalahan ketika ini dibawa logistiknya di daerah-daerah pegunungan harganya menjadi tinggi, tetapi mungkin dengan satu sistem terutama kalau bisa kita bikin subsidi untuk tol udara karena tol laut sudah ada ini harga bisa kita kontrol dan kita bisa menyiapkan satu harga," katanya dalam rapat Pansus Otsus Papua, Rabu (9/6/2021).

Selain menekan harga bahan pokok di Papua, Mendag berjanji terus membangun dan merevitalisasi pasar rakyat serta pengelolaannya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan omzet pedagang pasar setidaknya 20% per tahun.

"Khusus wilayah Papua dan Papua Barat jumlah pasar rakyat yang dibangun dan direvitalisasi pada periode 2015-2020 mencapai 313 unit pasar DAK dan 36 unit pasar TP untuk Papua. Sedangkan untuk Papua barat 80 unit pasar DAK dan 34 pasar TP," imbuhnya.

Mendag menambahkan akan membangun pusat jajan kuliner sebagai bagian dari industri pariwisata juga untuk mendukung pemasaran produk UMKM lokal. Di samping itu juga akan ada bantuan sarana usaha pedagang untuk meningkatkan daya saing UMKM.

"Kemudian pemanfaatan gerai maritim dalam program tol laut dan jembatan udara untuk mendistribusikan barang khususnya bahan pokok bahan penting," tambahnya.

(aid/hns)