Menkop UKM Dorong Bali Genjot Ekonomi Kreatif & Digitalisasi UMKM

Inkana Putri - detikFinance
Rabu, 09 Jun 2021 18:43 WIB
Menkop UKM Dorong Bali Genjot Ekonomi Kreatif & Digitalisasi UMKM
Foto: Kemenkop UKM
Jakarta -

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menegaskan Bali harus mengubah strategi untuk mendongkrak perekonomian. Salah satunya dengan mendorong peran ekonomi kreatif di Bali.

Sebagai daerah yang mengandalkan sektor pariwisata, Bali cukup terdampak akibat pandemi COVID-19. Bahkan, pada kuartal I tahun 2021, pertumbuhan ekonomi Bali terkontraksi hingga minus 9,85% yoy.

"Strategi Bali harus diubah. Selama ini Bali dikunjungi dunia, tapi sekarang Bali yang mengunjungi dunia. Kita maksimalkan peran ekonomi kreatif dan digitalisasi produk UMKM. Banyak yang rindu Bali. Kita kirim produk Bali. Tidak hanya produk makanan, bisa saja seperti cerita rakyat Bali kita ubah menjadi gim yang akan menghasilkan bagi perekonomian," ujar Teten dalam keterangan tertulis, Rabu (9/6/2021).

Dalam kunjungan kerjanya ke Bali, Selasa (8/6), Teten menyebut Bali perlu mengembangkan berbagai sektor, terlebih Bali merupakan sebuah brand dari Indonesia. Pasalnya, Bali membuat Indonesia dikenal baik oleh banyak wisatawan asing.

"Jadi apa pun dari Bali pasti menjual. Ini perlu kita kembangkan," ungkap Teten.

Selain itu, Teten menambahkan banyak para wisatawan yang tentunya merindukan pertunjukkan seni dari Bali. Oleh karena itu, ia menyarankan agar pertunjukan tersebut dapat dilakukan secara virtual.

Menurut Teten, pada dasarnya Bali memiliki banyak potensi ekonomi kreatif yang dapat digali di tengah kondisi pandemi saat ini.

"Pandemi jadi pembelajaran bahwa Bali jangan mengandalkan 100% pariwisata. Karena risikonya sangat tinggi. Harus ada inovasi berbasis ekonomi kreatif," tegasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengaku pandemi telah menyadarkan Pemerintah Provinsi Bali untuk tidak terlalu bergantung pada pariwisata.

Oka pun merasa beruntung karena Bali masih memiliki UMKM yang menjadi salah satu penopang bagi perekonomian daerah. Meskipun demikian, Oka mengatakan UMKM di Bali belum berkembang sesuai harapan. Oleh karena itu, ia mengimbau agar para pelaku UMKM dapat meningkatkan strateginya.

"Padahal gagasan, kreativitas, dan digital juga mumpuni. Tapi keberanian UMKM untuk mencoba hal baru harus ditingkatkan," papar Oka.

Sementara itu, Ketua Umum Indonesia Creative Cities Network (ICCN) sekaligus Staf Khusus Menkop UKM Bidang Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Tb Fiki Satari menambahkan saat ini merupakan saat yang tepat bagi pelaku ekonomi kreatif untuk unjuk gigi.

Menurut Fiki, diperlukan kontribusi dari para pelaku ekonomi kreatif untuk mendorong perekonomian Bali.

"Bali selama ini seru sendiri dengan pariwisata, tapi sekarang jalanan sepi, nggak ada yang datang. Ini saatnya pelaku kreatif untuk keluar sarang, keluar wilayah mereka untuk bersinergi. Kita dorong kolaborasi di enam sektor untuk mendorong perekonomian Bali. Pertama akademisi, sektor bisnis, pemerintah, komunitas, media, dan aggregator platform. Enam sektor ini akan menjadi ekosistem yang tepat bagi pertumbuhan ekonomi Bali," ucap Fiki.

Terkait hal ini, Fiki juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan Kabupaten Jembrana, Kabupaten Klungkung, dan STMIK Primakara. Adapun langkah ini merupakan upaya ICCN dalam membantu pemulihan ekonomi Bali melalui pengembangan ekonomi kreatif.

"Saya sependapat dengan Pak Menteri, dengan pengembangan ekonomi kreatif kita percaya bahwa bukan lagi dunia yang mengunjungi Bali, tapi Bali yang mengunjungi dunia," pungkasnya.

(fhs/hns)