RI Jadi Anggota Dewan FAO, Mentan: Kepercayaan yang Luar Biasa

Nadhifa Sarah Amalia - detikFinance
Senin, 21 Jun 2021 19:11 WIB
Majukan Pertanian, Ini 3 Mandat Mentan ke Para Bupati
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Dewan Badan Pangan Dunia (FAO) merupakan kepercayaan yang luar biasa. Ia menilai dalam beberapa waktu terakhir kinerja sektor pertanian RI yang terus tumbuh positif dinilai FAO sebagai prestasi yang mengagumkan.

"Sektor pertanian Indonesia telah memberikan kontribusi dan mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang positif. Maka penunjukan sebagai anggota dewan ini, kami nilai sebagai kepercayaan yang luar biasa," ungkap Syahrul dalam keterangan tertulis, Senin (21/6/2021).

Lebih lanjut, dia menjelaskan Indonesia memiliki potensi sumber daya pertanian yang sangat berlimpah. Bukan hanya untuk memproduksi kebutuhan bahan pangan tapi juga berkontribusi bagi pemulihan ekonomi nasional.

"Di momen yang sangat berarti ini, saya mengajak seluruh komponen pelaku pertanian agar berupaya sekuat tenaga bekerja keras memberikan darma baktinya bagi negeri ini," ujarnya.

Syahrul mengungkapkan jika HKP tahun 2021 ini telah menjadi titik balik bagi masyarakat pertanian untuk kembali membaca sejarah bahwa pertanian Indonesia memiliki tradisi dan nilai-nilai luhur.


"Kita memiliki berbagai bentuk kearifan lokal, yang merupakan tradisi yang harus dilestarikan dan dikembangkan serta diwariskan kepada generasi selanjutnya, yaitu gotong royong dan saling bekerja sama. Dua hal tersebut adalah motor-nya sektor pertanian untuk menggerakkan perekonomian nasional," ungkap Syahrul.

Dengan potensi pertanian dan kekuatan rakyat yang sangat besar tersebut, pria yang biasa dipanggil Komandan meyakini bahwa Pertanian Maju, Mandiri, Modern, Petani Sejahtera akan terwujud.

Sedangkan, menurut Direktur Jenderal FAO dr Qu Dongyu, pertanian Indonesia sejauh ini mampu menjaga ketahanan pangan dan gizi serta berkontribusi besar terhadap pengentasan kemiskinan. Oleh karena itu, ia menyampaikan apresiasi atas usaha dan berbagai perkembangan serta pembangunan yang ada.

"Kami apresiasi karena pertanian di Indonesia tumbuh secara pesat," pungkas Dongyu.

(akd/hns)