Kementan Dorong Pengembangan Bawang Merah 'Glowing' di Bantul

Alfi Kholisdinuka - detikFinance
Senin, 21 Jun 2021 22:07 WIB
Kementan Dorong Pengembangkan Bawang Merah Glowing di Bantul
Foto: Dok. Kementan
Jakarta -

Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong pengembangan bawang merah Glowing (Gede, Lebih Original dan Berwawasan Lingkungan) semi organik yang ada di Nawungan, Selopamioro, Imogiri, Bantul-Yogyakarta. Hal itu dilakukan untuk mendorong sistem pertanian hortikultura yang ramah lingkungan di Tanah Air.

"Kemarin saya sudah menerjunkan tim untuk mengecek pengembangan bawang merah Glowing, dan bertemu dengan jajaran Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul. Saya yakin bawang merah Glowing akan laku keras di pasaran, sebab ini ramah lingkungan yang tentunya sangat diminati masyarakat," ujar Dirjen Hortikultura Prihasto Setyanto dalam keterangan tertulis, Senin (21/6/2021).

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul Yus Warseno juga menuturkan bahwa bawang merah glowing ini lebih orisinil. Pasalnya, bawang merah glowing asal Bantul ini memiliki ukuran yang lebih besar, dengan warna merah bening sehingga sangat menarik jika dibandingkan dengan bawang merah yang lain.

"Bawang merah Glowing ini dibudidayakan menggunakan pupuk organik yang tinggi dan pengendalian OPT dengan pengendalian hayati secara maksimal. Ini murni kita kembangkan berbasis kearifan lokal karena dibudidayakan berwawasan lingkungan, jadi saya rasa sejalan dengan program Gedor Horti (Gerakan Mendorong Produksi, Meningkatkan Daya Saing dan Ramah Lingkungan Hortikultura) dan Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks)," tuturnya.

Selain ukurannya yang lebih besar dan warnanya yang merah terang, bawang merah glowing juga memiliki cita rasa yang sedap, wangi lebih menyengat, lebih tahan simpan dan tentunya harganya lebih tinggi dibandingkan bawang merah yang lain.

"Hal ini, membuat petani Bantul sangat antusias menanam bawang merah Glowing, sebab mereka meyakini bahwa pasaran bawang merah khas kabupaten Bantul ini memiliki permintaan pasar yang tinggi, baik dari sekitar Bantul maupun dari luar propinsi seperti Nganjuk dan Brebes," tuturnya.

Diketahui, luas lahan bawang merah Glowing ini mencapai 800 hektar yang tersebar di kecamatan Imogiri. Produktivitas bawang merah budidaya semi organik ini mencapai 13-15 Ton/Ha, dengan kisaran harga saat ini yaitu Rp 18 ribu sampai dengan Rp 25 ribu/kg.

Ketua Kelompok tani Pasir Makmur Sumarno juga tak menampik jika petani di daerahnya sangat membanggakan bawang merah Glowing, sebab ini akan menjadi brand bawang merah petani Imogiri Bantul. Di lain sisi Sumarno juga mengapresiasi Tim Kementan yang selalu hadir membersamai petani.

"Bawang merah Glowing akan menjadi ciri khas, saya melihat teman-teman saya begitu bersamangat menanam, apalagi kalau nanti si Glowing ini jadi dikembangkan dalam bentuk food estate seperti yang saya lihat di berita, jadi harapan saya semoga terwujud. Terimakasih Pak Mentan, Pak Dirjen Horti telah memperhatikan petani Bantul, kami harap beliau datang saat panen bawang merah glowing nantinya," pungkasnya.

(akd/hns)