Dilirik BUMN Lintas Sektor, Seberapa Cuan Bisnis Internet?

Trio Hamdani - detikFinance
Minggu, 27 Jun 2021 20:00 WIB
BERLIN, GERMANY - JUNE 09: A computer screen showes the word
Internet (Foto: Axel Schmidt/Getty Images)
Jakarta -

Sejumlah Badan usaha milik negara (BUMN) yang tak bergerak di bidang telekomunikasi ramai-ramai menggeluti bisnis internet. Sebut saja BUMN Pipa Gas, PGN, lalu ada BUMN jalan tol seperti PT Jasa Marga hingga BUMN listrik, PLN tertarik melirik peruntungan di bisnis internet.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, seberapa cuan sih bisnis internet ini hingga menarik perhatian banyak perusahaan pelat merah yang sektor bisnisnya tak berkaitan?

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam lima tahun terakhir, penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) oleh rumah tangga di Indonesia menunjukkan perkembangan yang pesat.

Persentase penduduk yang menggunakan telepon selular terus mengalami peningkatan, hingga pada tahun 2019 saja sudah mencapai 63,53%.

Pertumbuhan penggunaan telepon selular ini diikuti pula oleh pertumbuhan kepemilikan komputer dan kepemilikan akses internet dalam rumah tangga yang mencapai angka 18,78% untuk kepemilikan komputer dan 73,75% untuk kepemilikan akses internet dalam rumah tangga.

Besarnya peluang ekonomi digital juga pernah diungkapkan Menteri Perdagangan M Lutfi. Menurutnya, nilai transaksi ekonomi digital akan tumbuh menjadi Rp 4.531 T pada 2030 dengan dominasi dari sektor e-commerce.

Saat ini sendiri menurutnya ekonomi digital yang berbasis internet di Indonesia telah menghasilkan sebanyak 4% dari total GDP atau sekitar Rp 632 triliun.

"Pertumbuhan ekonomi digital akan tumbuh 8 kali lipat dari Rp 632 triliun jadi Rp 4.531 triliun," ungkap Lutfi dalam konferensi pers virtual, Kamis (10/6/2021) lalu.

(toy/dna)