Elon Musk Terancam Denda Rp 28 T, Kok Bisa?

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 11 Jul 2021 22:00 WIB
Elon Musk founder, CEO, and chief engineer/designer of SpaceX speaks during a news conference after a Falcon 9 SpaceX rocket test flight to demonstrate the capsules emergency escape system at the Kennedy Space Center in Cape Canaveral, Fla., Sunday, Jan. 19, 2020. (AP Photo/John Raoux)
Foto: AP
Jakarta -

CEO Tesla Elon Musk diharapkan hadir di pengadilan pada Senin (12/7) terkait dengan persidangan akuisisi SolarCity. Jika dia kalah, lebih dari US$ 2 miliar atau setara Rp 28,10 triliun (kurs Rp 14.498/US$) harus dibayarkan.

Dilansir dari CNBC, Minggu (11/7/2021), Musk akan menjadi saksi pertama dalam persidangan untuk mempertahankan perannya dalam akuisisi SolarCity senilai US$ 2,6 miliar oleh Tesla.

Pemegang saham telah menggugat Musk dan anggota dewan Tesla, menuduh bahwa kesepakatan 2016 merupakan bailout SolarCity.

Mereka juga menuduh bahwa aksi korporasi itu secara tidak adil memperkaya keluarga Musk, yang termasuk di antara pemegang saham terbesar. Di samping itu, Musk dan yang lainnya gagal mengungkapkan semua detail terkait akuisisi dan diduga melanggar tanggung jawab fidusia.

Tahun lalu, anggota dewan yang disebutkan dalam gugatan itu menyelesaikan kesepakatan dengan pemegang saham Tesla sebesar US$ 60 juta tanpa pengakuan kesalahan. Musk, orang terkaya kedua di dunia itu adalah satu-satunya terdakwa yang memilih untuk membawa pertarungan ke pengadilan.

Tidak ada juri yang bisa dibujuk dalam hal ini. Nasib Musk akan ditentukan oleh hakim Delaware Chancery Court, Wakil Rektor Joseph Slights III. Musk memiliki andil dalam masalah hukum di luar SolarCity.

Dalam kasus SolarCity, hakim harus memutuskan apakah Musk adalah pemegang saham pengendali yang memenuhi standar keadilan penuh dalam penanganannya atas akuisisi SolarCity.

Menurut dokumen pengadilan, Musk memiliki 22,1% saham biasa Tesla saat kesepakatan akusisi berlangsung dan berhak atas 21,9% saham dari SolarCity. SolarCity adalah aset bermasalah yang terus menerus mengeluarkan uang tunai di pasar padat modal yang fokus pada penempatan tenaga surya untuk perumahan.

SEC sebelumnya pernah menggugat Musk pada tahun 2018 karena penipuan. Namun, Musk dan Tesla menyelesaikannya dengan masing-masing membayar US$20 juta.

Tuduhan itu muncul setelah Musk membagikan tweet tentang rencana mengakuisisi Tesla secara pribadi seharga US$ 420 per saham, sebuah langkah yang membuat harga saham Tesla melonjak. Musk harus melepaskan sementara peran pemimpinnya di Tesla sebagai salah satu persyaratan penyelesaian.

(aid/dna)