Andre Rosiade Dukung Vaksinasi Berbayar: Harus Transparan & Akuntabel

Mega Putra Ratya - detikFinance
Senin, 12 Jul 2021 11:25 WIB
Anggota Komisi VI DPR Fraksi Gerindra Andre Rosiade
Foto: Andre Rosiade
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade memberikan sejumlah catatan terkait pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong (VGR) individu yang dijalankan BUMN farmasi melalui kelompok usaha PT Kimia Farma Tbk.

Menurut Andre, kebijakan vaksin berbayar Kimia Farma individual tersebut bisa mempercepat program vaksinasi dan pencapaian herd immunity. Meski begitu, ia mengharapkan sebenarnya vaksinasi bisa didapatkan secara gratis.

"Perluasan program vaksinasi gotong royong ini untuk percepatan herd immunity sebagaimana yang telah diarahkan oleh WHO untuk percepatan di semua segmen usia dan daerah," kata Andre dalam keterangannya, Senin, (12/7).

"Pemerintah tentu berupaya keras agar program vaksinasi bisa dikebut hingga mencapai target 1 juta dosis per hari di bulan Juli ini, idealnya semua gratis agar kita semakin cepat menuju herd immunity," imbuh dia.

Andre menambahkan bahwa BUMN menjalankan penugasan Vaksinasi Gotong Royong Individu sesuai dengan dasar Permenkes 19 Tahun 2021. Tarifnya pun sudah ditentukan oleh pemerintah sehingga tidak ada celah untuk mark up yang akan merugikan masyarakat.

"Penugasan penyelenggaraan vaksin berbayar Kimia Farma yang menggunakan jenis vaksin Sinopharm dan lainnya bisa menjadi pilihan masyarakat untuk vaksinasi COVID-19. Program ini diawasi dan diaudit oleh BPKP. Kita berharap program ini dapat berhasil mempercepat herd immunity," jelas Andre.

Ia optimistis vaksinasi mandiri ini akan menarik banyak peminat, yang terpenting program vaksin gotong royong individu ini berjalan secara transparan.

"Hal yang terpenting adalah transparansi dan akuntabilitas. Kami di komisi VI akan memastikan hal ini," ungkap Andre.

Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat ini juga mengingatkan agar jaringan BUMN Farmasi, utamanya PT Bio Farma (Persero) dan PT Kimia Farma (Persero) Tbk juga fokus pada tugas-tugas untuk penanganan pandemi COVID-19 lainnya.

"Bio Farma produksi vaksin gratis. Kimia Farma memproduksi sebagian obat terapi dan distribusi obat terapi COVID-19 dari produsen lain yang semuanya butuh fokus dan ketangkasan untuk segera terdistribusi dengan baik ke masyarakat dan merata," tegas Andre.

(mpr/ara)