RI Ekspor Porang 14,8 Ribu Ton di Semester I

Tim Detikcom - detikFinance
Minggu, 18 Jul 2021 09:30 WIB
Jadi Petani Porang, Pria Ini Dapat Omzet Rp 800 Juta/Hektare
Foto: Dok. Pribadi
Jakarta -

Pasar ekspor porang atau konjac asal Indonesia terbuka sangat lebar. Di semester pertama, ekspor porang naik 160% atau mencapai 14,8 ribu ton.

Sayangnya, meski produksi dalam negeri besar, Indonesia belum masuk lima besar eksportir porang dunia.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, padahal secara statistik, ekspor porang asal RI sangat besar. Namun sayangnya harus melalui negara lain, tak langsung ke negara konsumen.

"Untuk semester pertama 2021 ini, ekspor porang kita sudah mencapai 14,8 ribu ton. Angka ini meningkat tajam yaitu 160% dibanding semester pertama pada 2019 yang mencapai jumlah 5,7 ribu ton," kata Jerry dalam keterangannya, Minggu (18/7/2021).

Negara pengimpor porang utama di dunia antara lain dari Asia Timur dan Eropa. Di Asia Timur, porang adalah bahan dalam bidang makanan, kosmetik dan industri. Selama ini ekspor Indonesia biasanya berbentuk chip yang merupakan bahan baku untuk pasokan industri tersebut.

Pemerintah harus memutar otak agar potensi besar ini tidak terbuang sia-sia. Jerry mengatakan, dukungan lintas kementerian harus dilakukan.

"Teman-teman di produksi berusaha makin meningkatkan produksi dan melakukan hilirisasi. Kementerian pertanian misalnya sedang memacu agar ada perluasan lahan porang hingga mencapai 100 ribu ton. Kementerian perindustrian juga pasti punya rencana agar produk porang Indonesia dilakukan hilirisasi sehingga nilai tambahnya semakin besar. Untuk itu kementerian perdagangan akan mendukung dari segi akses perdagangan, promosi, negosiasi perdagangan dan lain-lain," papar Jerry.

Membuka akses pasar, lanjut Jerry, bisa dilakukan dengan dua jalan yaitu melakukan business matching secara intensif dan melalui diplomasi perdagangan dalam perjanjian dagang. Khususnya Pasar Eropa, Jerry akan berupaya agar porang Indonesia bisa melakukan perluasan penetrasi di pasar-pasar seperti Jerman dan Italia. Ia melihat peluang memanfaatkan pembahasan Indonesia-European Union CEPA sebagai sarana untuk itu.

"Pada dasarnya semua perjanjian perdagangan itu bisa kita manfaatkan untuk memperluas dan meningkatkan kapasitas perdagangan semua produk Indonesia, termasuk Porang dan memang itu tujuannya. Saya berharap produk porang kita bisa makin Berjaya dan bisa memenuhi kualitas serta kuantitas yang diharapkan oleh negara tujuan, ujar Jerry.

(zlf/zlf)