Kerugian Akibat Banjir di China Diperkirakan Tembus Rp 2,7 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 23 Jul 2021 12:25 WIB
In this photo released by Xinhua News Agency, residents move their belongings across a flooded street in Zhengzhou in central Chinas Henan province on Wednesday, July 21, 2021. Chinas military has blasted a dam to release floodwaters threatening one of its most heavily populated provinces, as the death toll in widespread flooding rose to more than two dozens. (Zhu Xiang/Xinhua via AP)
Banjir di China/Foto: AP/Zhu Xiang
Jakarta -

Banjir di China yang terjadi di telah menyebabkan kota dan desa di Henan dan Kota Zhengzhou mengalami kerusakan. Kerugian ekonomi akibat banjir pun diperkirakan mencapai 1,22 miliar yuan atau US$ 190 juta setara Rp 2,7 triliun (kurs Rp 14.497).

Dikutip dari CNN, Jumat (23/7/2021), banjir juga menyebabkan sejumlah bencana lain, seperti tanah longsor, membanjiri bendungan, sungai, hingga membanjiri kereta bawah tanah.

Kini sedikitnya 33 orang tewas dan 8 orang yang masih dinyatakan hilang dalam insiden banjir di Provinsi Henan dan ibu kota Zhengzhou, China. Pemerintah pun terus meningkatkan upaya penyelamatan di berbagai daerah terdampak.

Kota Zhengzhou berpenduduk 12 juta orang, adalah salah satu daerah yang paling parah dilanda banjir, dengan 12 orang tewas setelah terjebak berjam-jam di jalur kereta bawah tanah. Sementara di Henan dengan 99 juta penduduk, salah satu provinsi terpadat dan termiskin di China, dengan banyak lahan pertanian dan pabrik.

Telah banyak kota dan desa yang lebih kecil juga telah rusak parah akibat banjir di China. Dengan perkiraan masih tingginya curah hujan di wilayah tersebut, jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat.

Tingkat keparahan banjir di China ditangkap oleh banyak video yang beredar di media sosial China. Video-video itu menunjukkan orang-orang dan mobil hanyut dalam arus deras. Bahkan para penduduk yang terdampar terus meminta bantuan di Wechat dan Weibo, dengan beberapa berbagi foto dan informasi anggota keluarga mereka yang hilang.

Selain itu, salah satu pemandangan paling mengerikan dari banjir di China terjadi di terowongan Jalur 5 kereta bawah tanah Zhengzhou. Semalaman pada Selasa lalu, ratusan komuter terjebak dalam air yang naik yang merembes ke gerbong.

Beberapa orang mengunggah video dan memohon bantuan secara online. Video dramatis yang menunjukkan orang-orang berpegangan pada pegangan langit-langit untuk menjaga kepala mereka di atas air yang naik.

Otoritas China memperingatkan cuaca ekstrem masih akan berlangsung ke depannya. Tingginya curah hujan beberapa hari ini disebut menjadi yang tertinggi selama 1.000 tahun.

Mulai Sabtu malam lalu hingga Selasa (20/7) malam tercatat 617,1 milimeter hujan mengguyur Zhengzhou nyaris setara dengan curah hujan rata-rata tahunan yang mencapai 640,8 milimeter hingga menyebabkan banjir di China.

Simak Video: Korban Tewas Banjir di Henan 33 Orang, China Mulai Upayakan Pemulihan

[Gambas:Video 20detik]




(ara/ara)