Bertemu Gibran, Mentan Kucurkan Bantuan Rp 1,7 Miliar

Bayu Ardi Isnanto, Ragil Ajiyanto - detikFinance
Jumat, 30 Jul 2021 13:53 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo bertemu Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka
Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Solo/Boyolali -

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo bertemu Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Dia menyerahkan bantuan berupa alat dan mesin pertanian (alsintan) senilai Rp 1,7 miliar.

Bantuan alsintan tersebut berupa 1 unit power threser multiguna, lima unit condivator, 70 paket program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) dan satu unit green house. Alsintan tersebut akan dibagikan kepada petani di Solo.

Meski Solo hanya memiliki lahan pertanian yang kecil, Mentan menilai kota asal Presiden Joko Widodo itu tetap menjadi barometer perekonomian nasional. Dia juga mengajak agar masyarakat memanfaatkan sisa lahan yang ada di tiap rumah.

"Meski Solo bukan lahan pertanian, tapi bertani sekarang tidak harus dengan lahan besar. Bertani dalam ruang pun bisa. Oleh karena itu saya bersama Pak Wali ada power tresher, lahan-lahan membuat bedengan," ujarnya.

Selain itu, Gibran dan Mentan juga berbicara mengenai potensi produk pertanian di Solo Raya. Produk yang bisa dikembangkan antara lain jamu dan obat.

"Ada konsep dari wali kota tentang jamu-jamuan dan obat-obatan, baik untuk medical atau kosmetik, luluran dan lain-lain. Itu berkaitan dengan kami," ujar dia.

Selain ke Solo, Mentan hari ini juga akan berkunjung ke Kabupaten Boyolali dan Madiun. Di Boyolali, Mentan akan meninjau pertanian terpadu di Kecamatan Ngemplak.

"Di sana tidak ada satu rumah yang tidak diberi pohon pisang, jeruk, kelapa. Berharap ujungnya harus dihitung marketnya. Ujungnya dari pisang bisa jadi sale pisang, nasi dari pisang, dicoba di satu kecamatan," ungkapnya.

"Bertanam, beternak, berkebun tidak harus dengan lahan. Memastikan di satu kecamatan itu ada peternakan dan pertanian yang berjalan, hortikultura berjalan. Dan akhirnya ada industrinya," tutupnya.

Sementara itu, Gibran menyambut baik bantuan dari Kementan. Selain menerima bantuan alsintan, dia akan mengembangkan wisata kebugaran bersama Kementan.

"Itu tadi bantuan ATM beras dan lain-lain. Kita maksimalkan lahan-lahan di tiap kelurahan, PKK, kelurahan semuanya turut bergerak. Sama terkait wellness tourism, kita juga akan kembangkan," tutur Gibran.

Bertani di Pekarangan

Integrasi pertanian dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah tangga, menjadi perhatian pemerintah. Dengan konsep itu diharapkan akan memberikan tambahan pendapatan bagi masyarakat.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengatakan dengan kemajuan-kemajuan riset, sains dan teknologi, sekarang ini bertani tidak harus di lahan yang luas. Namun di pekarangan-pekarangan sempit dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah, pun bisa dilakukan.

"Di pekarangan, di 2 meter dari rumah pun bisa bertani dan pertanian itu ada yang 20 hari sampai 1 bulan sudah menghasilkan, ada yang 2 bulan, 3 bulan, 5 bulan 7 bulan, dan seterusnya. Matahari yang terus bersinar, tentu menjadi ruang-ruang bagi kita," ujar Syahrul Yasin Limpo, kepada para wartawan saat mengunjungi lokasi korporasi pertanian rumah tangga di Desa Giriroto, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jumat (30/7/2021).

Integrasi pertanian berbasis korporasi rumah tangga ini diujicoba di Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Wilayah ini ditunjuk sebagai role model karena mampu menanan, memanem dan memproduksi hasil bumi secara mandiri. Melalui kelompok kelompok wanita tani (KWT) masyarakat mampu membuat olahan yang layak jual. Kebutuhan bisa diakomodir mulai dari hulu sampai hilir.

"Kita coba disini, satu kecamatan ini akan ada percobaan, atas perintah Bapak Presiden, untuk bagaimana memberikan ruang bagi masyarakat disekitar rumahnya ada tambahan pendapatan. Kita coba satu kecamatan ini menjadi model," kata Syahrul.

Masyarakat diharapkan mampu memanfaatkan lahan disekitar rumah sebagai sumber pendapatan lain. Yakni, melalui integrasi pertanian. Kemandirian itu diharapkan bisa dilakukan mulai dari hulu, pemetikan hasil pertanian, pengolahan sampai market place.

"Oleh karena itu tentu ada kelembagaan-kelembagaannya yang harus kita perbaiki. Kita lagi belajar bersama-sama, perintah Bapak Presiden ini, dan tentu ini akan menjadi model untuk beberapa, bisa dicontoh untuk kecamatan yang lain. Tidak hanya itu, Bapak Presiden minta supaya selain market yang jelas, juga harus dibuat industri pengolahannya," katanya.

Lihat juga Video: Mentan soal Stok Pangan: Kita Masuki Momen-momen Panen Raya

[Gambas:Video 20detik]



(bai/hns)