Ekspor UMKM RI Baru 14%, Kalah dari Thailand hingga China

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 31 Jul 2021 14:16 WIB
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyebut digitalisasi menjadi solusi bagi UMKM untuk mengatasi dampak PPKM Darurat. Ia menyebut pemasaran produk lewat platform digital menjadi sangat efektif di tengah pembatasan.
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki/Foto: Dok. KemenkopUKM
Jakarta -

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki mengatakan ada beberapa catatan penting terkait UMKM. Salah satunya, besaran ekspor produk UMKM Indonesia yang masih kalah dengan Thailand, Jepang dan China.

"Kontribusi ekspor dari UMKM masih relatif rendah yaitu 14%. Sebagian contoh di Thailand pada ekspor 29%, Jepang 54%, dan Tiongkok 70%," kata Teten dalam acara Festival Ide Bisnis by Xpora yang digelar detikcom dan BNI, Sabtu (31/7/2021).

Menurut Teten, peningkatan ekspor UMKM ini tidak lepas dari kontribusi atau partisipasi UMKM. Mengingat UMKM menjadi aspek vital dalam bertahan di masa pandemi untuk menciptakan lapangan kerja.

"Aspek kewirausahaan ini vital, dalam upaya bertahan dari dampak pandemi, untuk terus melahirkan lapangan pekerja baru," kata dia.

Kemudian, rasio UMKM di Indonesia juga belum memenuhi syarat negara baju. Teten mengatakan rasio kewirausahaan sebesar 3,47%, sedangkan syarat negara maju sebesar 4%. Padahal UMKM menjadi sektor yang banyak menyerap tenaga kerja dan berkontribusi dalam PDB nasional.

"UMKM adalah kita, 99% adalah postur pelaku usaha, 97% serapan tenaga kerja bahkan berkontribusi sebesar 61% ada PDB nasional," jelas Teten.

Dengan rendahnya besaran ekspor dan rasio wirausaha, menurut Teten itu menjadi catatan penting. Untuk itu, Ia mendorong beberapa pihak untuk ikut berkontribusi dalam meningkatkan UMKM RI.

"Dibutuhkannya gerakan seluruh stakeholder untuk menciptakan masa depan UMKM Indonesia berbasis kreativitas dan teknologi," tutup Teten

(ara/ara)