Stok Masih Belum Aman, BUMN Ikut Pasok Oksigen ke RS-Puskesmas

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 03 Agu 2021 07:43 WIB
Lonjakan kasus COVID-19 di tanah air berimbas pada tingkat ketersediaan alat bantu pernafasan tabung gas oksigen. Di beberapa pusat penjualan alat kesehatan pun harganya ikut melonjak bahkan kehabisan stok.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) turut berkontribusi menyalurkan bantuan oksigen untuk penanganan COVID-19. Oksigen disalurkan ke rumah sakit dan puskesmas.

PT Antam (Persero) Tbk membagikan sebanyak 178 tabung oksigen dan 50 regulator oksigen sebagai upaya mempercepat penanganan pandemi COVID-19. Sekretaris Perusahaan Antam, Yulan Kustiyan, belakangan akses alat medis dan kesehatan untuk rumah sakit dan puskesmas menjadi persoalan.

"Dalam kondisi ini, Rumah Sakit, Puskesmas dan Fasilitas Kesehatan mulai kewalahan menangani pasien akibat kesulitan akses oksigen. Diharapkan dengan pendistribusian tabung oksigen dan regulator di sekitar wilayah operasi perusahaan, dapat membantu pemenuhan kebutuhan oksigen dan regulator bagi pasien yang membutuhkan," kata Yulan," dalam keterangannya, Selasa (3/8/2021).

Yulan menyebut, saat ini pendistribusian tabung oksigen dilakukan Antam di beberapa wilayah seperti Kalimantan Barat sebanyak 88 tabung 6m3, Kabupaten Bogor sebanyak 10 tabung 6m3, Halmahera Timur sebanyak 10 tabung 6m3. "Kami juga menyalurkan 70 tabung 60m3 serta 50 regulator untuk di wilayah Kolaka dan Konawe Utara, Sulawesi Tenggara," tambahnya.

Ia melanjutkan, penyaluran tabung oksigen yang dilakukan Antam dimulai sejak 19 Juli 2021 dengan bekerjasama dengan key stakeholder seperti Satgas COVID-19, Puskesmas, Rumah Sakit maupun Universitas. "Strategi penyaluran dengan key stakeholder ini dirasa efektif karena dapat mendukung pencapaian tujuan Pemerintah dalam pemenuhan kebutuhan tabung oksigen," jelasnya.

Sebelumnya, sejumlah BUMN lain juga turut menyalurkan tabung oksigen saat pasokan alat medis ini tengah langka.

Pertamina Group mengalokasikan infrastrukturnya untuk memperlancar alokasi dan distribusi oksigen ke lokasi-lokasi yang membutuhkan. Selain itu, Pertamina melalui PGN juga memberikan bantuan dan oksigen. Pupuk Indonesia Group sudah mengirimkan total 96,73 ton oksigen ke rumah sakit yang ada di Jakarta, Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Krakatau Steel yang memiliki alokasi oksigen yang cukup besar di mana selama ini digunakan sebagai bagian proses produksi baja, segera dialihkan untuk membantu ketersediaan oksigen di rumah sakit.

"BUMN bergerak cepat di segala lini. Ini terutama untuk membantu ketersediaan oksigen. Beberapa perusahaan BUMN sudah menyalurkan oksigen ke sejumlah wilayah yang membutuhkan," ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam keterangan tertulis, Selasa (6/7/2021).



Simak Video "Dicuci-Diwarnai, Begini Cara Pelaku WS Produksi Tabung Oksigen Palsu"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)