Cheetos dan Lays Mau Ganti Nama di RI?

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 13 Agu 2021 21:00 WIB
Lays, Doritos, dan Cheetos Bakal Pamit Akhir Agustus 2021, Ini Faktanya
Foto: Istimewa
Jakarta -

Bulan Agustus 2021 ini menjadi hari terakhir bagi Cheetos, Lays, dan Doritos beredar di pasaran. Usut punya usut, muncul isu ketiga camilan ternama itu akan ganti nama dan kemasan. Benarkah?

Isu pergantian nama dan kemasan itu pertama kali ramai diperbincangkan di media sosial. Katanya Cheetos akan berganti nama menjadi Chiki Twist, Lays jadi Chitato Lite, dan Doritos jadi Maxicorn.

Berdasarkan penelusuran detikcom dari situs pencari trademark di Indonesia, Jumbomark, Jumat (13/8/2021), ketiga nama baru pengganti Cheetos, Lays, dan Doritos itu berstatus sebagai 'dalam proses' yang diajukan oleh PT. Indofood Sukses Makmur Tbk.

"Halaman detail merek Indonesia CHIKI Twist di kelas 29 berstatus DALAM PROSES atas nama PT. Indofood Sukses Makmur Tbk," demikian bunyi salah satu keterangan merek tersebut.

Seperti diketahui, Cheetos, Lays dan Doritos berhenti produksi dikarenakan penjualan saham minoritas oleh PT Indofood Fritolay Makmur kepada PT Indofood CBP Sukses Makmur. Perjanjian penjualan saham tersebut membuat Fritolay harus menghentikan produksinya paling lambat enam bulan sejak transaksi tersebut berlangsung.

Diketahui bahwa transaksi penjualan saham tersebut terjadi pada tanggal 17 Februari 2021. Jika dihitung-hitung maka tepat pada peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 2021, ketiga merek camilan Cheetos, Lays, dan Doritos akan resmi berhenti diproduksi.

Tetapi pemberhentian produksi itu hanya untuk sementara yakni tiga tahun setelah masa transisi kepemilikan saham tersebut berakhir.

detikcom sudah mencoba menghubungi PT Indofood CBP Sukses Makmur untuk konfirmasi isu ganti nama Cheetos, Lays dan Doritos. Sayangnya hingga berita ini ditulis, belum ada jawaban.

Cheetos, Lays, dan Doritos merupakan salah satu camilan yang terkenal di Indonesia bahkan dunia. Lays sudah ada sejak sekitar 75 tahun lalu, pertama kali dipasarkan oleh Herman W. Lay pada sekitar tahun 1930-an

Dikutip dari Insider, saat itu Herman yang berprofesi sebagai salesman, menjual Lays berkeliling menggunakan mobilnya di sekitar wilayah Nashville, Tennessee, AS. Di tengah-tengah membangun perusahaan keripiknya ada pesaing lain bernama Fritos.

Setelah bersaing hampir 30 tahun, Lays dan Fritos bergabung membentuk Frito-Lay tepatnya pada tahun 1961. Sekitar empat tahun kemudian, perusahaan gabungan itu bergabung dengan Pepsi-Cola dan membentuk PepsiCo.

Sementara Cheetos, ditemukan pada 1948 oleh pendiri Fritos yakni Charles Elmer Doolin di Dallas, Texas. Doolin akhirnya bermitra dengan Herman W.Lay (pencetus merek Lays) untuk memproduksi Cheetos secara nasional serta produk kentang lainnya bernama Fritatos.

Cheetos terbukti sangat sukses diterima di masyarakat, akhirnya Doolin dan Herman Lay menggabungkan dua perusahaan mereka dan membentuk Frito-Lay Inc. Seluruh makanan ringan Frito-Lay Inc itu akhirnya dimiliki oleh PepsiCo.

Terakhir Doritos yang merupakan produksi Frito-Lay, keripik tortilla ini baru dipasarkan secara komersial sekitar tahun 1964. Kini Doritos punya sekitar 17 pilihan rasa. Di Indonesia, Doritos hanya tersedia 3 rasa saja yakni Doritos Barbeque, Nacho Cheese, dan Roasted Corn.

Dilansir Huffpost, Doritos dengan cepat menjadi populer di California Selatan dan pada tahun 1966 tersedia di seluruh California. Pada 1967, Doritos hadir dengan rasa baru yaitu rasa bumbu taco dan pada 1972 muncul lagi rasa baru yaitu rasa keju nacho yang paling populer sepanjang masa.

(aid/zlf)