Gokil! Denda Pelanggar Lockdown di Australia Naik Jadi Rp 53 Juta

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 15 Agu 2021 19:17 WIB
SYDNEY, AUSTRALIA - JUNE 24:  The Opera House cafe area and surrounds are seen empty of people at Circular Quay on June 24, 2021 in Sydney, Australia. A steady increase in Covid-19 cases in Sydney prompted the government to impose greater restrictions including a mandatory mask mandate indoors and limits on gatherings and movement. Several Sydney suburbs have been declared federal Covid-19 hotspots. (Photo by Lisa Maree Williams/Getty Images)
Foto: Getty Images/Lisa Maree Williams
Jakarta -

Pemerintah Australia menaikkan denda bagi orang-orang yang melanggar aturan lockdown di Sydney dan seluruh negara bagian di New South Wales. Kebijakan untuk tetap tinggal di rumah juga diperpanjang di seluruh negara bagian di tengah lonjakan rekor kasus baru COVID-19 setiap hari.

Melansir Reuters, Minggu (15/8/2021), Polisi negara bagian akan mendenda hingga 5.000 dolar Australia (US$ 3.700) atau setara Rp 53,28 juta (kurs Rp 14.400) kepada siapa pun yang melanggar perintah untuk tetap tinggal di rumah. Denda itu juga diberikan kepada mereka yang berbohong kepada petugas yang melakukan tracing.

Denda itu meningkat 5 kali lipat, sebab sebelumnya denda yang diberlakukan pemerintah setempat hanya A$ 1.000 dolar Australia.

"Kami harus menerima bahwa ini adalah situasi terburuk yang dialami New South Wales sejak hari pertama. Dan juga disesalkan, karena itu, situasi terburuk yang pernah dialami Australia," kata Perdana Menteri New South Wales Gladys Berejiklian dalam konferensi pers.

Kasus aktif di negara bagian tersebut sendiri melonjak signifikan dengan rekor 466 kasus selama 24 jam. Angka itu melampaui rekor sebelumnya yakni 390 kasus dalam sehari. Sementara untuk angka kematian jumlahnya menjadi 42.

Kondisi ini membuat rencana pembukaan lockdown di 28 Agustus dipandang tidak mungkin dilakukan. Pihak berwenang telah berbicara tentang pelonggaran beberapa pembatasan jika cukup banyak orang yang divaksinasi dan jumlah kasus turun.

"Kami akan melewati ini, tetapi September dan Oktober akan sangat sulit," kata Berejiklian.

Ratusan personel keamanan akan dikerahkan kembali minggu depan di Sydney untuk membantu menegakkan lockdown. Pihak berwenang sangat khawatir tentang penyebaran virus ke beberapa kota regional.

(das/dna)