Riau Jadi Provinsi Kedua yang Paling Banyak Ekspor, Sawit Jadi Andalan

Raja Adil Siregar - detikFinance
Senin, 16 Agu 2021 08:26 WIB
Pekerja membongkar muat Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit ke atas truk di Mamuju Tengah , Sulawesi Barat, Rabu (11/08/2021). Harga TBS kelapa sawit tingkat petani sejak sebulan terakhir mengalami kenaikan harga dari Rp1.970 per kilogram naik menjadi Rp2.180  per kilogram disebabkan meningkatnya permintaan pasar sementara ketersediaan TBS kelapa sawit berkurang. ANTARA FOTO/ Akbar Tado/wsj.
Ilustrasi/Foto: ANTARA FOTO/AKBAR TADO
Pekanbaru -

Pemerintah Provinsi Riau hari ini melepas ekspor komoditas pertanian serentak bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara virtual. Riau jadi provinsi nomor dua dengan ekspor tertinggi di Indonesia.

"Kita hari ini melepas ekspor ke berbagai negara dan ekspor dari Riau ini terbesar adalah sawit. Sekarang harga sawit juga sedang tinggi," kata Gubernur Riau Syamsuar saat ditemui di acara vaksinasi COVID-19 Suku Sakai, Sabtu (14/8/2021) lalu.

Syamsuar mengatakan dari 17 provinsi di Indonesia, Riau masuk dalam urutan kedua untuk ekspor, sehingga masyarakat Riau patut berbangga dengan tingginya produktivitas pertanian, khususnya kelapa sawit.

"Ada 17 provinsi ekspor dan Riau nomor 2 di Indonesia dan kita patut bangga. Maka jaga pertanian dan ketahanan pangan kita," kata Syamsuar.

Kementerian Pertanian mencatat ekspor komoditas pertanian periode 9-14 Agustus 2021 dengan ekspor tertinggi lewat Pelabuhan Laut Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur yang nilainya sebanyak Rp 1.287 triliun. Selanjutnya disusul dari Pelabuhan Laut di Riau. Khusus ekspor dari laut Riau nilainya Rp 1,077 triliun.

Dalam catatan Balai Karantina Pertanian Pekanbaru, nilai ekspor pertanian cukup fantastis yakni Rp 1,077 triliun. Jumlah volume komoditas ekspor dari hasil pertanian mencapai 108 juta kilogram (kg) dan total nilai ekspor Rp 1,052 triliun.

"Kegiatan pelepasan ekspor ini selain di Dumai, juga dilaksanakan di wilayah kerja lingkup Balai Karantina Pertanian lainnya. Di mana di UPT Induk dengan nilai Rp 13 miliar, Tembilahan dengan nilai Rp 10 miliar, Sungai Guntung dengan nilai Rp 1,3 miliar, dan Selat Panjang dengan nilai Rp 256 juta. Dumai sendiri memiliki nilai ekspor terbesar yaitu lebih dari Rp 1 triliun," imbuh Syamsuar.

Syamsuar berkomitmen meningkatkan nilai ekspor komoditas pertanian. Sebab saat ini, nilai ekspor sudah mencapai sebesar Rp 23,5 triliun atau naik 31% dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 dengan nilai Rp 18 triliun.

"Riau melepas ekspor produk pertanian yang berasal dari komoditas kelapa sawit dan turunannya, kelapa dan turunannya, talas, karet, sagu, gula merah dan lain-lain. Mudah-mudahan ini bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di tengah pandemi," katanya.

(ras/ara)