Investasi Asing Tumbuh 18%, Luhut: Jangan Rusak karena COVID-19 Naik Lagi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 24 Agu 2021 12:52 WIB
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan
Foto: KEMENKO MARVES
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan realisasi investasi di Indonesia masih mengalami kenaikan meskipun pandemi belum reda. Khususnya, pada realisasi investasi asing alias foreign direct investment (FDI).

Luhut menjelaskan realisasi FDI naik 18% secara tahunan. Hal ini menunjukkan Indonesia masih menjadi negara incaran para investor untuk menyuntikkan dananya.

"Realisasi FDI masih 18% naik. Mereka (investor) masih melihat Indonesia tujuan investasi yang baik," ujar Luhut dalam Rakerkornas Apindo, Selasa (24/8/2021).

Dalam paparannya, jumlah FDI sampai bulan Juni 2021 totalnya mencapai US$ 8 miliar atau sekitar Rp 115 triliun (kurs Rp 14.400).

Investasi meningkat di luar Jawa yang didorong oleh proyek hilirisasi tambang. Realisasi investasi terbesar pada barang logam dasar, barang logam, dan barang bukan mesin dan perlengkapannya.

Investasi ini pun berdampak pada naiknya ekspor pada industri tambang hilirisasi. Komoditas baja atau iron steel misalnya, Luhut memaparkan hingga bulan Juli telah mencapai US$ 10,4 miliar atau sekitar Rp 149 triliun.

Luhut mengatakan industri tambang hilirisasi akan makin meningkat kontribusi ekspornya bila Indonesia berhasil memproduksi lithium battery di tahun 2024. Potensinya mencapai Rp 432-504 triliun.

"Kami ramalkan ini lithium battery di tahun 2024 itu ekspor mungkin US$ 30-35 miliar. Jadi CAD ini bukan isu lagi," ungkap Luhut.

Lebih lanjut, Luhut juga menjelaskan investasi lokal juga tumbuh 13% secara tahunan. Totalnya, hingga Juni 2021 ada Rp 106 triliun.

"Realisasi investasi domestik juga tinggi. Semua melahirkan optimisme. Makanya, jangan ini rusak karena naik lagi COVID-19," ungkap Luhut.

(hal/ara)