Pendapatan Cucu Usaha Hutama Karya Naik 13,7% Selama Pandemi

Angga Laraspati - detikFinance
Senin, 30 Agu 2021 18:45 WIB
Pendapatan Cucu Usaha Hutama Karya Naik 13,7% Selama Pandemi
Foto: Dok. Hutama Karya
Jakarta -

PT Hutama Karya (Persero) memiliki cucu perusahaan di bidang industri baja, yakni PT Bhirawa Steel, yang merupakan anak perusahaan dari PT Hakaaston. Dalam dua tahun terakhir, Bhirawa Steel mengalami pertumbuhan pendapatan dengan kenaikan hingga 13,7% dari tahun 2019 sampai dengan tahun 2021 dan untuk kinerja mengalami tren positif sebesar 15% dari tahun 2019 ke tahun 2021.

Direktur Utama Bhirawa Steel Arry Aryadi mengungkapkan perusahaan meyakini peningkatan pendapatan ini terjadi karena Bhirawa Steel memiliki kualitas produk dan pelayanan terbaik yang diberikan kepada pelanggan.

"Insyaallah Bhirawa Steel konsisten untuk menghasilkan produk dengan kualitas yang terbaik mulai dari mutu, dengan harga bersaing, ketepatan waktu pengiriman, sehingga pelanggan kami yang rata-rata merupakan owner dari proyek-proyek strategis nasional sesuai kebutuhannya," terang Arry dalam keterangan tertulis, Senin (30/8/2021).

Lebih lanjut, Arry menambahkan hal ini dapat dicapai oleh perusahaan meski sedang berada di tengah masa pandemi COVID-19, karena pemerintah tetap menjaga pertumbuhan ekonomi melalui sektor infrastruktur lewat proyek-proyek prioritas, salah satunya pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Bhirawa Steel saat ini dipercaya untuk men-supply baja tulangan beton dalam pembangunan JTTS tersebut.

"Adapun proyek yang saat ini sedang di supply materialnya oleh Bhirawa Steel dan pengerjaannya masih berjalan antara lain pada Proyek JTTS Bengkulu - Taba Penanjung, Jalan Tol Indralaya - Prabumulih, Jalan Tol Prabumulih - Muara Enim, Jalan Tol Padang - Sicincin, Jalan Tol Sigli - Banda Aceh, Jalan Tol Pekanbaru - Bangkinang, Jalan Tol Bangkinang - Pangkalan. Sedangkan pada proyek non JTTS diantaranya Jalan Tol Semarang - Demak, Jalan Tol Yogya - Solo, Jembatan Pulau Balang, beberapa Bendungan, Sirkuit MotoGP Mandalika dan masih banyak proyek lainnya," urai Arry.

Baja tulangan beton yang diproduksi oleh Bhirawa Steel juga sudah mendapatkan sertifikat SNI dan memenuhi spesifikasi beberapa perusahaan asing antara lain dari Jepang, China, dan Filipina.

Baja ini telah digunakan pada pembangunan struktur jembatan, jalan raya, kereta bawah tanah, terowongan, high rise building, tempat pengelolaan limbah, jalan tol, dermaga, lantai, pembangkit listrik, waduk, pelabuhan, dinding pelindung sungai, landasan pacu pesawat terbang, dan proyek konstruksi lainnya.

Bhirawa Steel juga mendukung program pemerintah dalam pemanfaatan produk-produk dalam negeri melalui inovasi berkelanjutan dalam upaya meningkatkan daya saing produk.

Baja tulangan beton produk Bhirawa Steel juga memiliki keunggulan High Tensile and High Elongation + High Ratio. Dengan keunggulan tersebut, Bhirawa Steel dapat memproduksi baja mutu tinggi (BjTS 520).

Ini memungkinkan penurunan biaya konstruksi dikarenakan memiliki kuat tarik yang lebih tinggi dengan didukung nilai regangan yang tinggi pula sebagaimana nilai regangan dan spesifikasi pada BjTS 420 sesuai SNI 2052:2017, sehingga menjamin tingkat keamanan dan dapat dipergunakan untuk struktur pemikul gaya gempa.

Penghargaan BRI Forex Award 2021

Tak hanya dari sisi pendapatan yang meningkat, baru-baru ini Bhirawa Steel meraih penghargaan BRI Forex Award 2021 sebagai 'Perusahaan BUMN dengan Growth Volume Hedging Tertinggi' dalam acara Hedging School yang diselenggarakan oleh BRI.

Acara ini diselenggarakan dengan tema 'Managing Risk and Reinforcing Efficiency Trough Hedging Activities' yang dibuka langsung oleh Wakil Direktur Utama BRI, Catur Budi Harto pada Kamis (26/8) lalu.

Arry berterima kasih kepada BRI untuk penghargaan yang diberikan dan membuktikan Bhirawa sudah memanfaatkan hedging untuk meminimalkan resiko bisnis khususnya di masa yang tidak menentu seperti saat ini.

"Hedging sendiri identik dengan 'asuransi' bagi perusahaan yang memiliki transaksi bisnis dengan luar negeri. Bahan baku Bhirawa Steel diperoleh dengan melakukan impor dari luar negeri sehingga perusahaan menggunakan strategi hedging untuk mengatasi fluktuasi nilai tukar yang merugikan dan menjaga pembiayaan," ungkap Arry.

Selain konsisten dalam mempertahankan kinerja, Bhirawa Steel juga tak melupakan tanggung jawab sosial kepada masyarakat sekitar. Dalam Rangka HUT Kemerdekaan ke 76 RI kemarin, perusahaan membagikan 2.500 paket sembako kepada masyarakat yang terdampak pandemi COVID-19 di 20 kelurahan dan beberapa panti sosial yang tersebar di Kota Surabaya dan sekitarnya, Jakarta serta daerah Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Bhirawa Steel juga menciptakan teknologi inovatif guna mengembangkan produk serta mengembangkan solusi dalam menghadapi tantangan dan mencari peluang baru. Bhirawa Steel juga berkomitmen untuk menjaga kesehatan pekerja sebagai aset perusahaan dengan mematuhi peraturan pemerintah.

"Kami memastikan penerapan protokol kesehatan (prokes) di lingkungan kerja secara disiplin, menyediakan sarana dan prasarana pendukung, termasuk memberikan vitamin dan suplemen secara rutin kepada pekerja, membentuk tim satgas COVID-19 yang melakukan pemantauan sebagai upaya pencegahan dan penanganan bila terdapat pekerja yang terkonfirmasi, hingga melakukan vaksinasi kepada seluruh karyawan," kata Arry.

(akd/hns)