Hanya Dibayar Rp 14,4 M, PH Mission Impossible 7 Gugat Perusahaan Asuransi

Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 31 Agu 2021 11:52 WIB
FILE - In this Tuesday, Oct. 13, 2020 file photo, actor Tom Cruise wears a face mask to prevent the spread of COVID-19 as he greets fans during a break from shooting Mission Impossible 7, along Romes Fori Imperiali avenue. Tom Cruise has launched an expletive-laden rant at colleagues on the set of his latest “Mission: Impossible” movie after he reportedly spotted two workers failing to abide by social distancing rules. In audio released Wednesday, Dec. 16 by the Sun tabloid, the 58-year-old Hollywood megastar can be heard warning that anyone caught not following the rules to stay at least 2 meters (more than 6.5 feet) away from others will be fired. (AP Photo/Andrew Medichini, file)
Tom Cruise saat syuting MI 7Foto: AP/Andrew Medichini
Jakarta -

Studio produksi film "Mission Impossible 7", Paramount, telah menggugat perusahaan asuransinya pada Senin (30/8) waktu setempat karena menolak untuk menutupi sebagian besar kerugian yang diterima Paramount akibat adanya penutupan/lockdown saat pandemi pada produksi film tersebut.

Melansir dari Variety, Selasa (31/8/2021), berdasarkan isi dari gugatan itu, Paramount menuntut perusahaan asuransi studio Chubb karena mereka hanya akan membayar US$ 1 juta atau setara dengan Rp 14,4 miliar (dengan kurs Rp 14.400/dolar AS) untuk mengganti kerugian COVID-19.

Tuntutan tersebut dilayangkan oleh studio produksi film "Mission Impossible 7" tersebut lantaran pihak asuransi Chubb menyatakan bahwa penutupan COVID hanya tercakup dalam kebijakan "otoritas sipil" studio, yang mencakup biaya yang merupakan akibat dari penutupan yang diamanatkan pemerintah. Kebijakan itu membawa batas US$ 1 juta.

Padahal Paramount memiliki kebijakan "asuransi cor" untuk produksi, dengan batas cakupan US$ 100 juta. Asuransi tersebut dimaksudkan untuk menutupi kerugian yang diakibatkan ketika personel kunci sebuah film seperti aktor Tom Cruise atau sutradara Christopher McQuarrie tidak dapat hadir karena sakit, kematian, atau penculikan.

Sedangkan kerugian yang diterima oleh Paramount ini diakibatkan oleh tertundanya proses produksi sebanyak tujuh kali antara Februari 2020 dan Juni 2021, di mana setidaknya enam di antaranya adalah akibat dari pandemi.

Oleh karena itu Paramount berpendapat bahwa penutupan terkait pandemi seharusnya memicu ketentuan kebijakan itu, karena penutupan dimaksudkan untuk melindungi para pemain agar tidak sakit.

Selain itu berdasarkan gugatan itu, produksi sebenarnya sempat ditutup lantaran salah satu orang yang ditanggung dalam polis asuransi pemain jatuh sakit. Gugatan itu tidak menyebutkan nama orang itu dan tidak disebutkan apakah orang tersebut terkena COVID atau penyakit lain. Seorang juru bicara Paramount menolak berkomentar, dengan alasan privasi informasi kesehatan.

Karenanya pihak Paramount menegaskan bahwa Chubb membayar $ 5 juta di bawah polis asuransi pemain sehubungan dengan penundaan itu.

Sebagain informasi, dalam gugatan tersebut dijelaskan bahwa produksi awalnya akan dimulai di Venesia, Italia, pada 24 Februari 2020. Pada saat itu, studio mengutip larangan pemerintah setempat terhadap pertemuan publik dan mengatakan menunda syuting "karena sangat berhati-hati."

Produksi kemudian ditetapkan untuk dimulai pada bulan Maret, tetapi didorong ke Juli karena pembatasan pemerintah Italia. Pada Oktober 2020, ada dua wabah terpisah di lokasi syuting - satu di Roma dan satu di Venesia - yang masing-masing menyebabkan penundaan lebih lanjut.

Produksi dihentikan dua kali lagi, sekali pada Februari 2021 ketika kasus melonjak di Inggris. Pada Juni 2021, wabah COVID lain di lokasi syuting menyebabkan penghentian lagi.
Produksi juga mengalami penundaan ketika pemerintah Inggris memberlakukan karantina pada anggota kru yang kembali dari syuting di Abu Dhabi.

(zlf/zlf)