Tak Bisa Liburan Selama Pandemi, Orang RI Lampiaskan Belanja Mebel

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 20 Sep 2021 12:12 WIB
mebel jepara mulai terdampak pasar online
Foto: Wikha Setiawan/detikcom
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang sudah berlangsung lebih dari 1 tahun telah memaksa masyarakat untuk tidak berwisata. Beberapa hal dilakukan masyarakat untuk mengalihkan uang untuk liburan tersebut, salah satunya mempercantik rumah dengan membeli produk mebel.

Hal itu disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Awalnya dia menjelaskan data mengenai industri agro yang merupakan subsektor industri pengolahan non migas.

Industri ini memiliki kontribusi terbesar terhadap PDB industri pengolahan non migas yang pada triwulan I-2021 mencapai 50,78%.

"Kontribusi masing-masing jenis industri dalam subsektor industri agro adalah industri makanan-minuman 37,98%, industri pengolahan tembakau 4,91%, industri kertas dan barang bekas 3,83%, industri kayu, barang dari kayu rotan dan furniture 2,60%," tuturnya dalam acara Opening Ceremony IFEX Virtual Showroom 2021, Senin (20/9/2021).

Agus melanjutkan, secara khusus industri furniture di masa pandemi COVID-19 pada triwulan I-2020 mengalami kontraksi yang cukup besar yaitu -7,28%. Namun di triwulan 1-2021 industri furniture telah bangkit dan tumbuh positif sebesar 8,04%.

"Ujian pandemi yang sampai saat ini masih kita hadapi menuntut kita untuk terus melakukan inovasi-inovasi cerdas dan efektif. sehingga industri bisa terus bertahan dan berkembang dalam hal ini khususnya bidang industri furniture dan kerajinan," tuturnya.

Menurut Agus industri furniture dan kerajinan selama pandemi bisa bertahan juga terselamatkan akibat perubahan pola belanja masyarakat. Uang yang biasa digunakan masyarakat untuk berlibur kini dialihkan untuk kebutuhan menata dan renovasi rumah.

"Menanggapi kondisi selama pandemi industri furniture dan kerajinan terbukti memiliki tingkat ketahanan yang tinggi. Salah satu faktornya adalah adanya reorganisasi signifikan belanja rumah tangga masyarakat akibat pandemi, yaitu peralihan dari hiburan pariwisata dan transportasi ke sektor lain seperti produk teknologi, kebutuhan menata dan renovasi rumah," terangnya.

Selain itu aktivitas belanja online selama pandemi juga mendukung peningkatan penjualan furniture, baik secara ekspor maupun pasar dalam negeri.

"Hal ini terlihat dari kinerja ekspor tahun 2020, produk furniture yang mengalami peningkatan dengan nilai US$ 1,91 miliar atau meningkat 7,6% dari tahun 2019 yaitu senilai 1,77 miliar dolar Amerika. Negara tujuan ekspor terbesar Indonesia tahun 2020 adalah Amerika, Jepang, Belanda Belgia dan Jerman," tutur Agus.



Simak Video "Top! Warga Binaan Lapas Parepare Hasilkan Produk Mebel "
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)