Potensi Investasi RI Tembus Rp 2.900 T, Tapi Kebanyakan 'Dianggurin'

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 22 Sep 2021 11:54 WIB
Pertumbuhan ekonomi Indonesia masih menghadapi ancaman pandemi COVID-19. OECD memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di level 4,9% di tahun 2021.
Ilustrasi/Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 600 miliar pada tahun depan. Adapun pagu anggaran untuk tahun depan saat ini Rp 711,51 miliar.

Bahlil mengatakan, tambahan anggaran tersebut salah satunya untuk mengejar potensi investasi Rp 2.900 triliun. Dia bilang, calon investor itu sudah mendapat fasilitas investasi seperti keringanan pajak tapi tak kunjung dieksekusi.

"Ternyata di negara kita pimpinan, itu ada Rp 2.900 triliun potensi investasi yang sudah difasilitasi oleh negara sejak tahun 2017-2018-2019 sampai 2020 yang insentifnya sudah diberikan berupa tax holiday maupun tax allowance namun itu belum tereksekusi," kata Bahlil dalam rapat kerja dengan Komisi VI, Rabu (22/9/2021).

Selain itu, tambahan anggaran itu untuk kegiatan peta peluang investasi. Kemudian, relokasi perusahaan asing ke Indonesia.

Tak hanya itu, tambahan anggaran itu juga digunakan untuk eksekusi realisasi investasi proyek mangkrak, peningkatan investasi baru dan Satgas Percepatan Investasi.

Bahlil menuturkan, pihaknya membutuhkan anggaran tersebut untuk mengejar realisasi target investasi tahun depan. Adapun target realisasi tahun 2022 sebesar Rp 1.200 triliun.

"Anggaran kita ke depan dalam rangka memenuhi target Rp 1.200 triliun, itu kita kemarin telah mengusulkan untuk penambahan sekitar Rp 600 miliar. Pada rapat sebelumnya juga sudah kami laporkan dalam forum terhormat tentang permohonan tambahan anggaran tersebut," paparnya.

Simak juga Video: Hobi Jadi Investasi, Bisnis Koleksi Action Figure

[Gambas:Video 20detik]




(acd/eds)