3 Fakta Bunga Utang Pemerintah yang Jatuh Tempo Tahun Depan

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 28 Sep 2021 21:00 WIB
Utang Pemerintah
Foto: Tim Infografis: Zaki Alfarabi
Jakarta -

Badan Anggaran (Banggar) DPR RI bersama pemerintah menyepakati alokasi anggaran untuk pembayaran bunga utang negara di 2022 sebesar Rp 405,86 triliun. Berikut beberapa poin yang dirangkum detikcom:

1. Rincian Bunga Utang

Bunga utang yang akan dibayarkan tahun depan adalah bunga utang luar negeri dan dalam negeri. Alokasi anggaran tersebut digunakan untuk melaksanakan memenuhi kewajiban pemerintah untuk menjaga akuntabilitas pengelolaan utang, serta meningkatkan efisiensi bunga utang pada tingkat risiko yang terkendali melalui pemilihan komposisi utang, pengelolaan portofolio yang optimal, dan pendalaman pasar keuangan.

"Pengelolaan utang negara dalam APBN 2022 disepakati sebesar Rp 405.866,9 miliar, terdiri dari pembayaran bunga utang dalam negeri sebesar Rp 393.693,1 miliar (Rp 393,69 triliun) dan pembayaran bunga utang luar negeri sebesar Rp 12.173,8 miliar (Rp 12,17 triliun)," katanya dalam rapat kerja dengan pemerintah, Selasa (28/9/2021).

2. Pembiayaan Utang Rp 973,58 T

Anggota Banggar DPR RI Boby Adhityo Rizaldi menjelaskan pembiayaan utang tahun 2022 sebesar Rp 973.583,0 miliar (Rp 973,58 triliun).

Kebijakan utama pembiayaan utang tahun tahun depan, yaitu mengendalikan rasio utang dalam batas manageable. Selanjutnya pembiayaan utang yang fleksibel, namun tetap hati-hati dan sustainable, terutama dalam mendukung akselerasi pemulihan ekonomi dan reformasi struktural dengan tetap menjaga keberlanjutan fiskal.
Kemudian menjadikan utang sebagai instrumen untuk menjaga keseimbangan dan stabilitas makroekonomi melalui komposisi portofolio utang yang optimal, serta menjaga efisiensi biaya utang.

3. Diminta Hati-hati Kelola Utang

Anggota Banggar DPR RI Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio mengkritisi rencana pembiayaan utang tahun depan.

"Pembiayaan utang 2022 ditargetkan Rp 973,58 triliun. Perlu tetap dikelola secara bijak dan transparan. Fraksi PAN mendorong agar pemerintah benar-benar serius dalam menjaga risiko utang," katanya.

Pihaknya berpendapat risiko utang pemerintah akan turun jika utang yang digunakan dapat produktif. Saat ini, lanjut dia, rasio utang terhadap pendapatan negara sudah mencapai 27% dan melebihi batas aman sebesar 20%.

Fraksi PAN juga meminta pemerintah menetapkan target agar dapat menurunkan rasio bunga utang terhadap belanja pemerintah pusat. Dengan demikian APBN bisa lebih berpihak untuk kepentingan masyarakat melalui belanja modal dan belanja subsidi.

(toy/eds)